Peneliti LSI Denny JA Soroti Batal Duet Bareng Anies, Lebih Baik Cak Imin Setia Sama Prabowo

banner 468x60

DETIKMERDEKA.COM- Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Ikrama Masloman menyoroti kemungkinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merapat dengan NasDem jelang Pilpres 2024 hanya gertak sambal

Batalnya berduet dengan Anies, Ikrama menyebut Cak Imin lebih baik setia dengan Prabowo Subianto karena jauh perbedaannya

banner 336x280

Dirinya juga mengatakan hal tersebut sebaiknya tak dilakukan oleh ketua umum PKB tersebut mengingat siapa yang berusaha didekati PKB.

” Anies akan lebih ambil Khofifah Indar Parawansa atau tokoh lain, yang lebih mengakar,” terang Ikrama

Namun menurut Ikrama, Cak Imin akan mendapatkan keuntungan lebih besar jika tetap bersama dengan Prabowo Subianto dan setia dengan partai Gerindra, mewanti-wanti PKB, agar jangan sampai salah langkah bergabung koalisi. 

“Jangan karena tak kunjung jelas dengan Gerindra, lan­tas menggertak dan melempar sinyal akan bergabung dengan NasDem Cs. Menurut saya, lebih banyak mudharatnya,” kata Ikrama seperti dilansir Rakyat Merdeka

Sebab, belum tentu juga Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dipilih sebagai Cawapres jika bergabung dengan Koalisi Perubahan Indonesia (KPI).

Sebab, jika pun Anies Baswedan akan memilih tokoh Nahdatul Ulama (NU), sepertinya tidak akan memilih Cak Imin.

Hal itu dikarenakan basis pemilih PKB yang amat berbeda dengan basis pemilih Anies.

” Mudharat lainnya, secara pragmatisme elektoral, PKB suaranya bakal rontok jika ber­gabung dengan Nasdem Cs,” imbuhnya

Jauh sekali perbedaan pemilih­nya. Pemilih PKB basisnya Islam moderat tradisional. Pemilih Anies Islam kanan. Nggak ke­temu. PKB bisa ditinggalin pemi­lihnya kalau Capresnya Anies,” ditegaskannya

” Sinyal Kerja Sama PKB-Nasdem Dinilai Hanya “Gertak Sambal” untuk Gerindra” terang Ikrama

banner 336x280