DETIKMERDEKA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat utama sistem persenjataan maupun besarnya anggaran pertahanan.
Menurutnya, semangat dan jiwa rela berkorban menjadi salah satu kekuatan utama yang menentukan ketangguhan sebuah tentara dan bangsa.Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI, 5 Oktober 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan TNI untuk terus mempertahankan jati dirinya sebagai tentara rakyat. Menurutnya, kekuatan TNI juga dibangun dari kedekatan dan hubungan yang kuat dengan masyarakat.
“Terus menjadi tentara rakyat. Tentara yang kuat adalah tentara yang dekat dengan rakyat. Sejarah telah membuktikan, keadaan geopolitik sekarang telah membuktikan, tidak hanya senjata dan peralatan yang menentukan tentara itu tangguh atau tidak,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo menilai perkembangan situasi geopolitik dunia menunjukkan bahwa kekuatan pertahanan suatu negara tidak dapat hanya diukur berdasarkan kepemilikan peralatan militer dan kemampuan anggarannya.
Ia menekankan bahwa faktor manusia, keberanian, semangat perjuangan, serta kesediaan untuk berkorban bagi bangsa dan negara tetap menjadi unsur yang sangat penting.
“Tidak hanya alat, tidak hanya anggaran. Yang paling penting adalah semangat, jiwa rela berkorban. Tentara yang punya jiwa rela berkorban, bangsa yang rela berkorban, rakyat yang tangguh, rakyat yang berani, itulah kekuatan suatu bangsa,” tegas Prabowo.
Menurut Prabowo, semangat tersebut harus terus dijaga dalam tubuh TNI. Kedekatan dengan rakyat dan jiwa pengabdian dinilai menjadi fondasi penting agar TNI tetap kuat dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan serta melindungi bangsa dan negara.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa modernisasi pertahanan dan penguatan anggaran perlu berjalan beriringan dengan pembangunan karakter, disiplin, keberanian, serta semangat pengabdian prajurit kepada rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.






