DETIKMERDEKA – Jutaan warga Iran memadati jalan-jalan ibu kota Teheran untuk mengantarkan jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam prosesi penghormatan yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Setelah prosesi di Teheran, jenazah Khamenei dilaporkan telah tiba di Kota Qom pada Senin waktu setempat sebagai bagian dari rangkaian pemakaman yang akan berakhir di Kota Mashhad pada Kamis mendatang.
Al Jazeera melaporkan bahwa iring-iringan kendaraan yang membawa jenazah Khamenei beserta empat anggota keluarganya yang juga tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu bergerak perlahan menuju Lapangan Azadi sebelum diberangkatkan ke Qom. Sepanjang perjalanan, ribuan pelayat memenuhi ruas-ruas jalan sambil melemparkan bunga ke arah peti jenazah.
Media pemerintah Iran mengklaim jumlah pelayat mencapai jutaan orang. Besarnya antusiasme masyarakat disebut sebanding dengan prosesi pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989, yang menjadi salah satu pemakaman terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran.
Di antara peti jenazah yang diarak, terdapat peti kecil milik cucu perempuan Khamenei yang masih berusia 14 bulan. Menurut media pemerintah Iran, balita tersebut turut menjadi korban dalam serangan yang menewaskan anggota keluarga Khamenei.
Sejumlah warga yang hadir mengatakan prosesi tersebut merupakan bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang memimpin Iran selama hampir empat dekade.
“Kami datang untuk menghormati pemimpin kami dan menunjukkan bahwa rakyat Iran tetap bersatu,” ujar seorang pelayat bernama Hamid dikutip dari Al Jazeera.
Pelayat lainnya, Marzieh, mengatakan kehadirannya merupakan bentuk penghormatan sekaligus penegasan bahwa pengorbanan Khamenei tidak akan dilupakan.







