DETIKMERDEKA – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti kontribusi Indonesia dalam perkembangan pencak silat di kawasan Asia Tenggara, khususnya di negara seperti Thailand dan Vietnam. Hal itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) PB IPSI di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki peran penting sebagai pusat pembelajaran pencak silat yang telah melahirkan atlet-atlet dari berbagai negara.
“Kita dulu yang melatih Vietnam dan Thailand. Akhirnya mereka jadi hebat dan mereka pernah kalahkan kita,” tutur Prabowo.
Menurutnya, kekuatan ilmu pencak silat yang autentik menjadi daya tarik tersendiri bagi negara lain untuk belajar langsung dari Indonesia.
“Kalau ilmunya murni, ilmunya kuat, dari mana-mana akan datang belajar. Dan itu sudah terbukti, dari banyak negara datang ke kita, belajar,” kata Prabowo.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan pencak silat sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
“Kenapa pencak silat harus kita jaga? Pencak silat harus kita lestarikan? Pencak silat harus kita bina? Karena pencak silat adalah bagian dari budaya kita,” ucap Prabowo.
Selain membahas perkembangan pencak silat, dalam forum tersebut Prabowo juga menyampaikan permohonan untuk tidak kembali dipilih dalam kepengurusan organisasi, mengingat kesibukannya sebagai Presiden.
Dalam Munas tersebut, Sugiono resmi terpilih sebagai Ketua Umum PB IPSI untuk periode 2026–2030.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pencak silat tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai warisan budaya Indonesia yang memiliki pengaruh hingga ke tingkat internasional.













