KSP Pastikan Ketahanan Energi Nasional, Listrik Desa Diperluas hingga Pasokan Aman Saat Lebaran 2026

banner 468x60

DETIKMERDEKA – Kantor Staf Presiden (KSP) menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional, mulai dari pemerataan listrik di desa hingga menjamin pasokan energi selama periode Idulfitri 2026.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (18/3/2026).

banner 336x280

Menurut Qodari, sektor energi menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung kemandirian nasional, sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo Subianto.

“Ketahanan energi adalah fondasi utama kemandirian bangsa. Melalui perluasan akses dan transisi ke energi hijau, pemerintah berkomitmen mewujudkan keadilan energi hingga ke pelosok,” ujarnya.

Pemerintah saat ini mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, khususnya melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Hingga 2025, kapasitas PLTS telah mencapai 1,49 gigawatt, dengan target jangka panjang mencapai 100 gigawatt.

Program listrik desa berbasis PLTS juga mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah terpencil. Di Kabupaten Sumenep, misalnya, ratusan rumah tangga di Pulau Sakala dan Pulau Karamian kini telah menikmati listrik dari energi surya, menggantikan ketergantungan pada pembangkit diesel yang terbatas.

Selain itu, Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) juga mencatat capaian di atas target. Hingga pertengahan Maret 2026, lebih dari 220 ribu rumah tangga telah memperoleh sambungan listrik baru, lengkap dengan instalasi dasar dan bantuan token listrik awal.

Program ini dinilai tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar penerangan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat serta mendukung kegiatan belajar anak di rumah.

Di sisi lain, pemerintah juga memastikan kesiapan pasokan energi menjelang Lebaran 2026. Melalui Posko Nasional Sektor ESDM yang siaga sejak 12 hingga 31 Maret, kondisi kelistrikan nasional dinyatakan aman.

Perkiraan beban puncak listrik mencapai sekitar 47 ribu megawatt, sementara daya mampu pasok mencapai lebih dari 51 ribu megawatt, sehingga tersedia cadangan daya yang cukup untuk mengantisipasi lonjakan потребsi.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat, PT PLN (Persero) juga telah menyiapkan 1.681 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di hampir 1.000 lokasi di jalur mudik. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain listrik, distribusi energi lain seperti BBM dan LPG juga dipastikan berjalan lancar melalui kesiapan terminal BBM, SPBU, serta jaringan distribusi yang beroperasi selama 24 jam.

KSP berharap kesiapan infrastruktur energi ini dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalani libur Idulfitri bersama keluarga.

banner 336x280