Prabowo: Perbedaan Politik Diselesaikan di Pemilu, Bukan Aksi Anarkis

banner 468x60

DETIKMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan menarik saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026. Dalam pidatonya, Prabowo menantang pihak-pihak yang tidak menyukai kebijakan pemerintahannya untuk menempuh jalur konstitusional pada pemilihan umum mendatang.

Ia menegaskan, perbedaan pandangan politik seharusnya tidak diwujudkan melalui tindakan yang merusak stabilitas bangsa.

banner 336x280

“Kalau saudara tidak suka dengan dua tiga orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka sama Prabowo, silakan 2029 bertarung,” tegas Prabowo, seperti dikutip dari metrotvnews.com, Senin (02/02).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks adanya kelompok elite yang dinilai tidak menyukai kepemimpinannya, namun mengekspresikan penolakan dengan cara-cara destruktif. Prabowo menyinggung upaya-upaya yang dinilai berpotensi menjelekkan citra pemerintah hingga mendorong aksi demonstrasi anarkis.

Ia mengingatkan bahwa tindakan anarkis, seperti pembakaran maupun penggunaan bom molotov, merupakan tindak pidana yang membahayakan keselamatan negara.

“Sedikit-sedikit mau demo. Tapi dia tidak berharap demo, dia berharap kerusuhan. Kerusuhan itu mencelakakan bangsa dan negara. Bakar-bakar, bom molotov, saya katakan itu membahayakan, itu pidana. Saya tidak ragu-ragu,” ujarnya.

Menurut Prabowo, dalam kehidupan demokrasi, perbedaan politik seharusnya disalurkan melalui mekanisme pemilu. Kontestasi politik, kata dia, mesti diisi dengan adu gagasan, program, dan konsep pembangunan yang bisa dinilai langsung oleh masyarakat.

Ia pun menekankan bahwa Pemilu 2029 menjadi ruang konstitusional bagi siapa pun yang ingin menantang kepemimpinannya secara terbuka dan bermartabat.

banner 336x280