Prabowo di Rakornas 2026: Pemimpin Harus Pahami Sejarah Bangsa agar Tak Ulangi Kesalahan Masa Lalu

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya pemahaman sejarah bagi seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah dalam Taklimat Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya memahami persoalan teknis pemerintahan, tetapi juga harus mengerti akar sejarah bangsa. Menurutnya, sejarah menjadi fondasi penting dalam menentukan arah kebijakan dan masa depan Indonesia.

“Kita harus jadi pemimpin yang mengerti sejarah kita, yang mengerti latar belakang bangsa kita, yang mengerti sejarah daerah, yang mengerti sejarah nusantara dari Sabang sampai Merauke,” tegas Prabowo di hadapan para kepala daerah dan pejabat pemerintah yang hadir.

Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman panjang menghadapi intervensi dan penjajahan. Karena itu, pemahaman atas perjalanan sejarah dinilai krusial agar bangsa ini tidak kembali terjebak dalam kesalahan serupa.

“Kita harus paham bahwa ratusan tahun kita ini diintervensi, diganggu, bahkan dijajah. Kita harus mengerti dan paham,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengutip peringatan klasik tentang pentingnya sejarah sebagai pelajaran kolektif bangsa. Ia menegaskan bahwa melupakan sejarah dapat berujung pada pengulangan kesalahan yang sama di masa depan.

“Mereka yang melupakan sejarah akan dihukum oleh sejarah. Mereka yang melupakan sejarah akan terbelit dalam kesalahan-kesalahan yang dilakukan di masa lalu,” kata Presiden.

Pesan tersebut menjadi penekanan utama dalam Rakornas 2026, yang mempertemukan pemerintah pusat dan daerah untuk menyelaraskan kebijakan strategis nasional. Presiden berharap seluruh pemimpin, baik di tingkat pusat maupun daerah, mampu menjadikan sejarah sebagai pijakan dalam merumuskan kebijakan, memperkuat kedaulatan, serta menjaga persatuan bangsa.