DETIKMERDEKA – Istana Negara akhirnya buka suara menanggapi desas-desus tentang kemungkinan reshuffle Kabinet Merah Putih yang belakangan menguat di ruang publik. Pemerintah menegaskan bahwa perombakan besar-besaran belum dibahas dan belum menjadi agenda resmi Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam sejumlah kesempatan kepada awak media. Ia menegaskan bahwa isu reshuffle sejauh ini masih berupa isu atau gosip belaka dan tidak ada pembicaraan formal di internal Istana.
“Sejauh ini belum ada rencana reshuffle kabinet, makanya kalau isu itu muncul, itu namanya isu atau gosip,” kata Mensesneg, Prasetyo Hadi.
Mensesneg juga menjelaskan bahwa hak prerogatif reshuffle sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto, termasuk evaluasi terhadap kinerja para menteri. Menurutnya, jika suatu saat Presiden mempertimbangkan perubahan komposisi kabinet, keputusan tersebut akan didasarkan pada penilaian kinerja dan kebutuhan perbaikan pemerintahan.
Klarifikasi ini muncul di tengah spekulasi publik yang semakin ramai karena beredarnya rumor tentang nama-nama menteri yang disebut bakal mengalami pergantian atau penyesuaian posisi. Namun, hingga kini tidak ada konfirmasi resmi terkait agenda reshuffle dalam rapat pemerintahan maupun dalam jadwal kerja Presiden.
Isu reshuffle juga sempat menguat di media sosial dan pemberitaan politik, termasuk spekulasi tentang kemungkinan pergantian sejumlah menteri strategis. Meski demikian, berbagai pihak politik, termasuk partai pendukung pemerintahan, menyatakan mereka belum menerima informasi valid terkait reshuffle kabinet yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Dengan penegasan ini, pemerintah berharap spekulasi tentang perombakan Kabinet Merah Putih tidak mengganggu fokus kerja kabinet dalam menjalankan agenda pemerintahan sehari-hari.












