DETIK MERDEKA – Produksi air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) diawali dengan pengambilan air baku dari berbagai sumber alam. Air baku tersebut berasal dari sungai, waduk, dan mata air.
Meskipun jumlah air baku cukup melimpah, kualitas air baku umumnya masih tercemar oleh lumpur, sampah, dan mikroorganisme.
Kondisi air baku tersebut menyebabkan air belum layak digunakan secara langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, air baku perlu melalui proses pengolahan.
Proses pengolahan dilakukan untuk mengubah air baku menjadi air yang aman digunakan. Dalam proses pengolahan, air dibersihkan secara bertahap agar kotoran dapat dihilangkan secara maksimal. Standar kesehatan menjadi dasar dalam pelaksanaan proses pengolahan air. Setiap tahapan dalam proses pengolahan saling berkaitan satu sama lain.
Proses pengolahan terdiri dari beberapa tahapan pengolahan.
Tahapan pengolahan air dilakukan secara berurutan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Setiap tahapan pengolahan memiliki fungsi masing-masing dalam membersihkan air. Melalui tahapan pengolahan, zat berbahaya dalam air dapat dikurangi.
Keberhasilan tahapan pengolahan sangat memengaruhi kualitas air bersih. Salah satu tahapan pengolahan yang pertama dilakukan adalah penyaringan.
Penyaringan merupakan tahap awal dalam proses pengolahan air. Pada tahap penyaringan, kotoran berukuran besar dipisahkan dari air. Media tertentu digunakan dalam penyaringan untuk menahan lumpur dan sampah.
Hasil penyaringan membuat air menjadi lebih jernih sebelum masuk tahap berikutnya. Setelah penyaringan, air akan diproses melalui koagulasi.
Koagulasi bertujuan untuk menggumpalkan partikel-partikel kecil yang masih terdapat dalam air. Pada proses koagulasi, bahan kimia tertentu ditambahkan ke dalam air. Partikel halus yang menggumpal akibat koagulasi akan lebih mudah dipisahkan.
Efektivitas koagulasi sangat berpengaruh terhadap kejernihan air. Hasil koagulasi selanjutnya diproses melalui sedimentasi.
Sedimentasi merupakan proses pengendapan kotoran di dasar bak pengolahan. Melalui sedimentasi, partikel berat hasil koagulasi dapat terpisah dari air.
Kejernihan air meningkat seiring berlangsungnya sedimentasi. Proses sedimentasi membantu memperbaiki kualitas air sebelum tahap akhir. Setelah sedimentasi, air akan menjalani proses desinfeksi.
Desinfeksi dilakukan untuk membunuh mikroorganisme berbahaya yang masih terdapat dalam air. Dalam proses desinfeksi, zat pembunuh kuman seperti klorin digunakan. Air yang telah melalui desinfeksi menjadi lebih aman untuk digunakan.
Keberhasilan desinfeksi sangat penting bagi kesehatan masyarakat. Setelah desinfeksi, kualitas air perlu dipastikan melalui pengujian air.
Pengujian air dilakukan secara rutin untuk memastikan air tetap aman digunakan.
Parameter fisik, kimia, dan biologis diperiksa dalam pengujian air. Hasil pengujian air digunakan sebagai dasar evaluasi proses pengolahan. Jika ditemukan masalah, pengujian air membantu PDAM melakukan perbaikan.
Pelaksanaan pengujian air membutuhkan peralatan yang memadai.
Peralatan yang memadai sangat diperlukan dalam proses pengolahan air. Dengan peralatan yang tepat, setiap tahapan pengolahan dapat berjalan optimal.
Ketelitian hasil pengujian sangat bergantung pada kualitas peralatan. Peralatan juga harus dirawat secara berkala agar tetap berfungsi baik. Penggunaan peralatan didukung oleh tenaga ahli.
Tenaga ahli berperan penting dalam menjaga kualitas air bersih. Setiap tahapan pengolahan diawasi oleh tenaga ahli yang kompeten. Evaluasi hasil pengujian dilakukan oleh tenaga ahli secara berkala.
Dengan kemampuan tenaga ahli, prosedur pengolahan dapat diterapkan dengan benar. Peran tenaga ahli memastikan kualitas air aman digunakan oleh masyarakat.
Penulis : Ryo Ramdan (250102105) – Mahasiswa Akademi Teknik Tirta Wiyata (AKARTIKA)













