Keseimbangan
DETIKMERDEKA.COM,- Setiap kegiatan pembangunan pasti membutuhkan lahan.
Setiap pemanfaatan lahan untuk kepentingan apapun, termasuk di dalamnya untuk kepentingan pembangunan sudah dapat dipastikan akan merubah rona lingkungan awal menjadi rona lingkungan baru. Dan setiap adanya perubahan lingkungan sudah pasti akan mengganggu ekosistem yang berdampak negatif terhadap lahan dan lingkungan dimana kegiatan berkangsung
Seiring engan bertambahnya penduduk, perubahan lingkungan akibat pemanfaatan lahan sebuah keniscayaan.
Menyusut dan turunnya luas area pertanian adalah salah satu dampak alih fungsi lahan untuk memenuhi kebutuhan lahan akan perumahan.
Meningkatnya pencemaran udara, air, dan tanah adalah dampak – dampak berdirinya industri dalam rangka meningkatkan kemampuan, kemandirian dan kedaulatan industri dalam negeri
Dua dampak saling bersebrangan, merupakan konsekuensi dari adanya perubahan rona lingkungan tersebut, baik lingkungan fisik, sosial dan ekonomi yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan secara fisik dan kimia.
Kunci dari dampak negatif yang disebabkan oleh kegiatan pembanngunan dalam arti luas, adalah pengendalian dampak negatif sampai pada titik optimum, yaitu terciptanya keseimbangan antara dua dampak di atas.
Keseimbangan sebagai kata kuncinya, mendorong kebijakan pembangunan bukan semata mata hanya bertumpu pada aspek kelayakan ekonomi semata. Tetapi harus juga mmpemerhitungkan sisi lingkungan. Yaitu, lingkungan harus tetap berada pada tataran kemampuan daya dukungnya agar kehidupan tetap berada dalam kondisi nyaman, aman dan bergerak sebagaimana mestinya. Itulah titik keseimbangan yang dinasud Gibran pada debat ke 4 Vawapres tadi malam
Lebih jauh, Gibran ingin menjelaskan, bahwa ekselerasi pembangunan menuju Indonesia emas tahun 2045, harus diupayakan dengan serius, dengan cara bertumpu pada kekuatan bangsa, salah satu kemuatan bangsa tersebut, adalah pemanfaatan SDA mineral yang melimpah.
Dalam konteks itu, Gibran menjelaskan bahwa kekuatan itu ada. Contohnya adalah potensi sumberbdaya nikel Indonesia yang secara jumlah merupakan terbesar di dunia. Kelebihan itu sebagai bahan daya tawar kita di dunia internasional.
Dengan prasyarat, potensi mineral nikel itu dilakukan hilirisasi sampai pada produk jadi, contohnya menjadi baterai listtik untuk kendaraan elektrik, yang merupakan kendaraan masa depan.
Pendapat Cak Imin yang menegaskan eksploitasi bahan tambang yang dilakukan saat ini, ugal ugalan, sesungguhnya sudah terjawab melalui konsep keseimbangan sebagaimana dimaksudkan oleh Gibran.
Lebih lanjut Gibran menegaskan, bahwa pola keseimbangan hanya dapat dicapai apabila prasyarat kelayakan lingkungan melalui studi amdal dilakukan.
Perlu diketahui, bahwa Studi amdal bukan hanya melakukan penelitian dan analisis dari sisi aspek lingkungan semata, tetapi merupakan penelitian secara detail dan multi interdisiplin ilmu yang berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, lingkungan, budaya dan hal hal yang akan terkena dampak. Artinya, daya dukung lingkungan tersebut, adalah kemapuan daya dukung integral secara komprehensif, sehingga orang yang tinggal di sekitar kegiatan pembangunan tetap nyaman, aman, sehat, dan sejahtera, lantaran lingkungan tetap berada dalam batas kemampuannya memberikan fasilitas untuk semua penduduk melakukan aktifitas sesuai peofesinya masing – masing.
Itulah yang dimaksud dengan titik keseimbangan. Industri didorong berkembangan tapi tetap memperhatikan aspek lingkungan. Ini yang dimaksud dengan konsep pembangunan berkelenjutan.
Keberlanjutan adalah konsep pembangunan jaman NOW, sebagai solusi dari tantangan jaman NOW.
Eksploitasi kekayaan alam bagi Indonesia adalah sebuah keniscayaan dalam rangka membangun dan mensejahterkan rakyatnya. sebab Selama bumi belum menjadi Roti, kegiatan pertambangan akan terus berlangsung
Itulah tekad Prabowo dan Gibran dalam membangun Indonesia ke depan, dilakukan dengan kemampuan sendiri yang diyakini akan mendorong tingkat daya tawar Indonesia di hadapan bangsa lain di dunia
JOOSSS untuk satu putaran di tanggal 14 Pebruari 2024. Aamiin aamiin aamiin yra.
Wallohualam Bisshowab
Bandung, 22 Januari 2024
NANDANG SUDRAJAT
Ketua DPW APPSI JABAR
Sekjen DPP PAPERA
Praktisi Pertambangan












