Air Mata Do’a

Air Mata Do’a

DETIKMERDEKA.COM,- Baper, baper dan baper, adalah kependekatan kata dari  terawa perasaan
Istilah itu cukup populer di sebahagian kalangan, khususnya dikalangan para generasi milenial.

Ungkapan tersebut,  ditenggarai awalnya. sebagai ungkapan untuk tidak terbawa arus perasaan lawan jenis dalam kaitan hasrat mencintai dan menyayangi satu sama lain lantaran kebaikan salah seorang dari mereka.

Baper ternyata tidak hanya berkaitan hasrat mencintai seseorang, tetapi bisa juga bisa dirasakan pada konteks yang lain, dan generasi tua, khususnya ibu tangga.

Hal itu terjadi pada hari Minggu 7 Januari 2024 yang lalu. Puluhan juta ibu rumah rumah tangga mengalami baper masal. Sehingga  bisa dikatakan, bahwa hari Minggu 7 Januari 2024  yang lalu, adalah  hari Bapernya puluhan juta ibu ibu rumah tangga di Indonesia

Hari minggu 7 Januari 2024 yang lalu, kita menyaksikan panggung drama debat Capres kita. Tapi, serasa bukan debat yang dijalani oleh pemimpin bangsa Indonesia yang berbudaya luhur dan beradab sesuai falsafah negara, Pancasila

Sila sila dalam Pancasila selain secara sistematika berurut secara baik, tetapi juga memlunyai nilai nilai adab dan akhlak yang luhur, khususnya Sila Ke 2 Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab

Debat kemarin terlihat hanya ingin mencapai kemenangan belaka, dengan cara apapun juga,

Padahal, papparan yang disampaikan mengusung narasi etik.  Tapi prakteknya malah bertendensi memgabaikan dan keluar dari etika yang dinarasikan.

Narasi yang kekuar dari nilai nilai Kemanusiaan yang adil dan beradab di antaranya adalah memaksa mengeluarkan data dengan dalil keterbukaan publik agar rakyat tahu tentang anggaran ketahanan negara.

Sebagai calon Presiden negara besar, seharusnya memahami nilai sakral perlindungan kewajiban negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 45.

Drama ngototnya menuntut data pertahanan yang dikatakan bukan rahasia, lalu dengan kompak memberikan penilaian yang buruk atas kinerja Kemenhan, ternyata berdampak pada mengalirnya puluhan juta air mata ibu ibu rumah tangga di seantero Nusantara, mereka baper terbawa arus perasaan karena tidak tega melihat Prabowo dibully habis habisan dengan argumentasi azas tranparansi, lantaran ingin mengetahui data anggaran pertahanan Kemenhan, tetapi sesungguhnya tidak lebih hanya ingin memuaskan hasrat syahwat menjatuhkan lawan.

Mereka lupa atau sengaja melupakan wilayah pertahanan adalah wilayah yang tidak boleh dibuka secara umum kepada publik apalagi dalam panggung bebas yang diyakini dan  pasti banyak  diliput media asing.

Dalam salah satu ayat di Pasal 17 UU No 14  Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang memang sangat mengedepankan keterbukaan informasi publik, kecuali yang menyangkut pertahanan dan ketahanan negara. Apa yang dimaksud dengan pengecualian tersebut?

Pengecualian tersebut, adalah berkaitan dengan : jumlah, komposisi, disposisi, atau dislokasi, kekuatan, kemampuan, dalam penyelenggaraan sistem pertahanan dan keamanan negara serta rencana pengembangannya

Artinya, kalau data anggaran negara dibuka sama dengan menguliti jenis, jumlah, dan komposisi alutsista semua matra instutusi TNI sebagai unsur utama pertahanan negara. Artinya, membuka borok kelemahan sistem pertahanan negara kita ke luar, karena debat capres bukan hanya menjadi tontonan dalam negeri, tapi juga ditonton dan dianalsis oleh elit politik asing.

Pertanyaan mendasarnya adalah,  apakah kalau postur data anggaran dibuka, dijamin tidak melebar, dengan menguliti  nilai besaran ini dan itu untuk apa?? Maka kalau melebar, mau tidak mau harus menjelaskan secara detail jenis pembelanjaan negara yang di dalamnya tentu saja akan menyagkut kompoisi,  yang berkaitan dengan strategi dan kerahasiahan pertahanan negara sebagaimana dimaksud ketentuan di atas

Prabowo sebagai pribadi yang cinta tanah air dan rakyatnya, tetap teguh tidak mau membuka data, meski harus mengorbankan diri dikalahkan dalam debat

Keteguhan Prabowo dalam bersikap, ternyata telah mampu mengalirkan jutaan liter air mata ibu ibu rumah tangga, yang terbawa arus baper perasaan Pak Prabowo.

Puluhan juta ibu rumah tangga seakan akan mengirim pesan.”Tak apa Bapak kalah debat , karena dihati kami Bapaklah pemimpin sejati yang ikhlas melindungi rakyat”.

“ Insyaallah air mata kami adalah air mata doa yang teraniaya, untuk kemenangan Prabowo Gibran satu putaran, Aamiin Yaa Alloh Yaa Rabbal Aamiin,” 

Wallohualam bisshowab

Solo, 10 Januari 2024

NANDANG SUDRAJAT
Ketua DPW APPSI JABAR
Sekjen DPP PAPERA