Media Asing Sebut Jokowi Lebih Dekat dan Pilih Prabowo

banner 468x60

Media Asing Sebut Jokowi Lebih Dekat dan Pilih Prabowo

DETIKMERDEKA.COM- Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, nuansa politik Indonesia mulai disoroti oleh sejumlah media asing. Salah satunya adalah media asal Singapura “The Straitstimes”. Hal ini dikemukakan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

banner 336x280

The Straitstimes menyebut adanya kecenderungan Presiden Jokowi untuk mendukung Prabowo sebagai Calon Presiden RI 2024.

Menurut Fadli Zon, hubungan kedekatan antara Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Prabowo Subianto, adalah hubungan kedekatan simbiosis mutualisme, yang saling menguntungkan.

“Saya kira karena hubungan yang sangat dekat dengan di mana Pak Prabowo ini sebagai Menteri Pertahanan dan beliau juga mendukung Pak Jokowi saya kira ini adalah suatu simbiosis mutualisme gitu ya,” kata Fadli Zon, menanggapi pemberitaan The Straitstimes, seperti dilansir dari laman mypresident.id, Ahad (2/7/23)

Fadli juga mengemukakan gelagat Presiden Jokowi kepada Prabowo hingga saat ini, menafsirkan adanya dukungan kepada Prabowo. Endorsment ini, lanjut Fadli, sangat berarti untuk Prabowo maju sebagai Calon Presiden RI 2024.

“Jadi tentu endorsement dari Pak Jokowi karena beliau adalah presiden 2 periode menjadi sangat penting. Dan saya kira hampir 5 tahun ini atau 4 tahun kira-kira Pak Prabowo sebagai Menteri Pertahanan tentu mempunyai kedekatan yang positif baik sebagai pembantu presiden dalam hal ini maupun secara pribadi begitu,” terangnya.

Selain itu, Menhan Prabowo juga dianggap sebagai menteri yang paling berhasil di Kabinet Indonesia Maju. Hal ini terlihat dari hasil survei Political Weather Station (PWS) pada 2022 tahun lalu. Menhan RI Prabowo Subianto berada di posisi teratas dengan poling tertinggi sebesar 51,1 persen.

“Ya kan kalau kita lihat hampir di semua part gitu bisa kita lihat bahwa Prabowo itu termasuk menteri yang dilihat menteri yang paling berhasil ya di dalam kabinet Pak Jokowi ini gitu. Dan saya kira memang mempunyai satu visi dan kinerja yang memang pas yang kuat yang dibutuhkan gitu di dalam memperkuat pertahanan kita gitu,” jelasnya.

Bahkan kedekatan Prabowo dengan Jokowi ini sebetulnya sudah lama terbangun sejak 2012 yang lalu, yaitu saat Jokowi mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Meskipun pada 2014 dan 2019 menjadi kompetitor sebagai Calon Presiden, namun persaingan tersebut, kata Fadli, tak menghapus hubungan kedua tokoh tersebut.

“Kemudian meskipun menjadi kompetitor di dalam pilpres 2014-2019 kan tidak membuat hubungan pribadi mereka juga jelek gitu ya, malah ia saling menghargai saling menghormati gitu,” jelasnya.

“Dan terbukti ketika Pak Prabowo juga jadi menteri pertahanan. Jadi ini mencairkan suasana situasi dan iklim politik kita secara politik gitu semakin kondusif ya,”pungkas Fadli.

banner 336x280