Sexynya Pedagang Pasar di Pilpres 2024
DETIKMERDEKA.COM- Tidak ada pasar yang tidak dikunjungi menteri bahkan presiden. Pasar, khususnya pasar rakyat tanpa disadari adalah tempat penjaringan aspirasi rakyat di berbagai sisi, apakah itu dari sisi menggali harapan rakyat maupun sebagai ruang pelecut popularitas, elektabilitas dan aksebtabilitas.
Sejatinya, semenjak pasar itu terbentuk secara alamiah sebagai proses ekonomi politik. Kini, mendekati pasar semakin banyak pendekatan (persuasif). Satu pendekatan itu sering disebut sebagai operasi pasar sebagai upaya untuk mengetaui kondisi lapangan terkait berbagai problema kebutuhan bahan pokok yang dialami rakyat
Hal sedemikian nyaris pasar menjadi sasaran empuk dari praktik politik pencitraan dari berbagai tokoh yang berkonstelasi dalam arena Pilpres.
Mengapa pasar bisa menjadi sedemikian? Satu jawabannya adalah karena pasar merupakan wadah yang akurat dalam memastikan kondisi real perekonomian rakyat dan hilir dari rantai distribusi
Tidak terhenti disitu, pasar juga ibarat panggung kampanye politik lima tahunan tanpa membutuhkan mobilitas massa yang disetting.
Rakyat meramaikan pasar dengan datang tanpa terpaksa. Pada posisi itu pula ada banyak harapan yang mesti dijawab ketika hadir di tengah-tengah pedagang pasar
Saat sosok politisi, pejabat, birokrat, siapa pun yang ingin meraup suara politik cenderung pasar adalah tempat yang boleh disebut “sexy”
Mengapa sedemikian? Karena pasar atau pedagang pasar selalu dilirik oleh para pesaing dalam memperebut dan mempertahankan kekuasaan
Sederhananya, ada banyak gerbong politik yang ingin menjadikan pasar atau pedagang pasar sebagai basis politiknya. Namun tidak sembarangan gerbong politik yang dapat mengambil hati dan perhatian para pedagang pasar
Disadari atau tidak, pedagang pasar semakin hari semakin jernih menilai siapa tokoh yang benar-benar peduli terhadap nasib pasar (pasar rakyat).
Untuk itu, jangan mudah beranggapan ketika seorang pejabat, bahkan menteri dan presiden sekalipun yang turun ke pasar akan mendapat kepercayaan dari pedagang pasar yang sekaligus sebagai rakyat jelata
Melalui investigasi yang dilakukan oleh DPP Papera, terdapat satu benang merah bagaimana pedagang pasar dapat dirangkul untuk kemudian dijadikan sebagai daya tambah dalam memperkuat politik nasional dari bawah.
Satu cara tersebut adalah selalu hadir dalam menjawab kebutuhan-kebutuhan pedagang pasar. Sehingga pasar bukan saja dijadikan tempat berkunjung atau berakrobat secara politis
Salah cara memasuki pasar atau mengambil perhatian pedagang pasar akan berakibat konyol bahkan tanpa hasil yang berarti. Sebaliknya, pandai mengambil hati pedagang pasar akan menggelembungkan kobaran api dukungan politik
Apa yang disinggung di atas merupakan sebuah fakta yang dialami oleh organisasi Papera, dimana basis politik Papera adalah pasar rakyat yang disokong melalui berbagai ragam pedagang. Ada pedagang kaki lima, UMKM, pedagang asongan, pedagang rumah makan dan seterunya
Kemudian, apakah pedagang pasar akan dipandang sebelah mata dalam pilpres 2024 mendatang? Jawabannya tentu tidak, karena pedagang pasar adalah konstituen politik dan juga suara rakyat yang terus diperebutkan dalam meraih legitimasi kekuasaan dari rakyat
Sementara ini, ada dua tokoh bangsa yang selalu disebut-sebut peduli dengan nasib pedagang kelas menengah ke bawah dengan tidak meneyebutnya pedagang kecil. Juga dua tokoh bangsa tersebut dibenarkan oleh rakyat karena benar-benar terbukti membela kepentingan pedagang pasar. Mereka itu tidak saja menjadikan pasar sebagai ruang dan waktu dalam menemukan berbagai solusi perekonomian nasional, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan dan harapan rakyat kecil.
Siapakah dua tokoh tersebut? Jawabannya adalah Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto yang telah abadi dalam sejarah sebagai dua tokoh pemimpin modern di Indonesia yang rekam jejaknya kuat dalam membela kepentingan para pedagang kecil.
Atas kondisi sedemikianlah, ruang-ruang politik di pasar akan terus diincar dan menarik perhatian banyak elite negeri bahkan para elite korporat yang ingin mendapat dukungan dari rakyat.
Oleh : Zulfata (Pemimpin Redaksi Majalah Pedagang Merdeka)






