APPSI Ungkap Stok Minyakita dan Beras Mengalami Kelangkaan di Pasar Tradisional

banner 468x60

APPSI Ungkap Stok Minyakita dan Beras Mengalami Kelangkaan di Pasar Tradisional 

DETIKMERDEKA.COM- Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mengungkapkan stok MinyaKita dan beras mengalami kelangkaan di sejumlah pasar tradisional. Alhasil, para pedagang tidak bisa memenuhi permintaan pembeli.

banner 336x280

Seperti dikutip dari laman resmi appsi.id, Selasa (14/3/23) ketua Bidang Jaringan APSSI, Don Muzakir, menuturkan kondisi seperti ini membuat pedagang menjerit sebab momen Ramadhan tinggal menghitung hari.

“Temen-temen di daerah sudah komunikasi, pasar-pasar mengalami kelangkaan minyak goreng (Minyakita) dan beras,” ucap Don

Lebih lanjut Don menerangkan, kelangkaan dua komoditas ini berimbas pada harga yang dibanderol. Misalnya saja di Pasar Cipanas, harga beras premium naik Rp1.000-Rp1.500 per kilogram. Kata Don, kenaikan ini sangat drastis, pasalnya kenaikan beras biasanya hanya Rp 500 per kilogram.

“Naiknya signifikan. Biasanya cuma Rp500 (per kg) tapi ini sampai Rp1.000 bahkan Rp1.500 (per kg). Begitupun beras Bulog yang mestinya dijual Rp9.000 per kg, sekarang dijual Rp9.100-9.200 per kg karena langka,” papar Don.

Kemudian untuk Minyakita, sambung Don, pedagang grosiran di Cipanas melaporkan bahwa pembelian dari distributor dibatasi. Mereka hanya boleh membeli 200 dus per minggu. Sedangkan pedagang pasar trandisional dibatasi 3 dus per minggu.

“Jadi Minyakita itu langka juga, tapi harganya dari laporan temen-temen stabil. Kelangkaan barang saja yang mengkhawatirkan,” tandas Don.

banner 336x280