Prabowo Memiliki Kebesaran Hati dan Tak Mau Ada Perpecahan Antara Masyarakat

Prabowo Memiliki Kebesaran Hati dan Tak Mau Ada Perpecahan Antara Masyarakat

DETIKMERDEKA.COM- Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Massa DPP Partai Gerindra, Ferry Juliantono, membeberkan alasan Prabowo Subianto bergabung dengan Kabinet Indonesia Maju, pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua.

Ferry bercerita mengenai ketegangan masyarakat pasca Pilpres 2019 yang cukup tajam, terutama saat demonstrasi sengketa hasil Pemilu 2019. Menurutnya, Prabowo menjadi simbol utama dalam meredam ketegangan tersebut.

“Simbolnya itu pak Prabowo Subianto, jadi ketika Pak Prabowo memutuskan untuk berhenti, dan kemudian mengambil sikap untuk menerima hasil pemilu, dan bahkan bergabung dengan pemerintahan,” kata Ferry dalam talkshow yang ditulis channel Youtube “Total Politik”, Jumat (24/2/23).

Menurut Ferry, saat keputusan Ketua Umum Partai Gerindra (Prabowo Subianto) memilih  bergabung dengan pemerintahan dan kemudian menjadi Menteri Pertahanan RI Presiden Jokowi, adalah suatu keputusan yang berat dan harus diambil Prabowo.

Pasalnya, keputusan tersebut berkaitan erat dengan ketegangan masyarakat dan polarisasi politik yang semakin tajam. Prabowo, dengan kebesaran hatinya, tak ingin ada korban lagi karena dukungan kepada dirinya yang berlebihan.

“Menurut saya itu sebuah keputusan yang berat tentu, tapi Pak Prabowo ini punya kebesaran hati yang juga belum tentu kita punya, saya juga belum tentu bisa, mau menerima dan kemudian meredam ketegangan situasi yang pada saat itu punya potensi yang luar biasa untuk bisa terjadi kerusuhan,” kata Dewan Penasihat Inkoppas (Induk Koperasi Pedagang Pasar) 

“Beliau (Prabowo) menyampaikan bahwa sudah terlalu banyak korban yang ada dan berjatuhan, dan pada saat itu kita diminta untuk membubarkan diri, dan kemudian beliau akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan Pak Jokowi,” imbuhnya.

Pada saat itulah, Ferry menyebut jika dirinya bisa memahami keputusan Prabowo untuk bergabung dengan pemerintahan Jokowi, lantaran tak mau terjadi perpecahan antara masyarakat yang terus berkelanjutan dan kontraproduktif untuk Indonesia.

“Dan kita bisa merasakan sekarang, polarisasi yang terjadi, di masyarakat pada saat menjelang pemilu 2019 atau setelahnya, berangsur pelan-pelan tereduksi dan landai sekali. Dan itu juga salah satunya berkat keputusan politiknya Pak Prabowo dengan segala konsekuensinya,” ujar Ferry.