Yuk, Lihat Sejarah Politik Prabowo Subianto

Yuk Lihat Sejarah Politik Prabowo Subianto

DETIKMERDEKA.COM- Siapa yang tak kenal dengan sosok hebat Prabowo Subianto? Namanya selalu santer diperbincangan di dunia politik dan militer. Tidak hanya “menguasai” dunia politik dan militer saja, ternyata Beliau telah banyak mengemban tugas penting di negara kita ini, baik itu di bidang ekonomi hingga pergerakan Indonesia

Prabowo Subianto? Dahulu adalah seorang perwira TNI AD kini terjun ikut berpolitik, selain sebagai politikus dan pendiri partai politik. Prabowo kerap kali mengajukan diri sebagai kontestan calon Presiden maupun Wakil Presiden Indonesia sejak tahun 2004. 

Memiliki nama lengkap Prabowo Subianto Djojohadikusumo. Saat ini, Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Selain berkarier di dunia politik, sebelumnya Prabowo juga memiliki banyak pengalaman di bidang Pengusaha dan Militer. bahkan telah berkecimpung di dalam dunia Militer selama 28 tahun lamanya 

Prabowo memulai pendidikan sekolah dasar di Sekolah Sumbangsih, Jakarta ketika berusia lima tahun Pada tahun 1957 terjadi pemberontakan PRRI sehingga Ayah Prabowo Prof Soemitro Djojohadikusumo membawa semua keluarganya untuk mengungsi ke Padang menggunakan pesawat Dakota DC-3 yang ditumpanginya 

Kecurigaan pemerintahan Soekarno kepada Profesor Soemitro atas keterlibatan dirinya dalam gerakan pemberontakan tersebut, hingga mengharuskan Prof Soemitro kembali membawa keluarganya pindah ke Singapura pada tahun 1958.

Prabowo kemudian melanjutkan pendidikannya di British Elementary School di Singapura. Di tahun 1962, Terjadi gejolak politik negara Singapura yang pada saat itu lebih memilih menjaga hubungan baik dengan Presiden Soekarno sehingga mengharuskan Prabowo bersama keluarga pindah ke Hongkong 

Prabowo kembali melanjutkan pendidikan bersama saudaranya di Glenealy Junior School di Hongkong. Dua tahun kemudian, kedua orang tua Prabowo memutuskan untuk pindah ke Kuala Lumpur Malaysia. Di Malaysia, Prabowo menghabiskan masa sekolah menengah di Victoria Institution di Kuala Lumpur, Malaysia; Zurich International School di Zurich, Swiss; dan The American School di London, Inggris 

Setelah kejatuhan Soekarno dan naiknya Soeharto, Soemitro kembali memboyong keluarganya pulang ke Indonesia. Barulah di tahun 1970, Prabowo mendaftarkan diri di Akademi Militer Magelang dan lulus pada tahun 1974 dari Akademi Militer 

Di tahun 1976, Prabowo ditugaskan sebagai Komandan Pleton Para Komando Group I Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) dan ditugaskan sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur.

Setelahnya, Prabowo terus melanjutkan karier militernya selama 28 tahun. Prabowo mempersunting Siti Hediati Hariyadi (Titiek), seorang putri dari Presiden Soeharto dan Tien Soeharto di bulan Mei tahun 1983.

Buah pernikahan Prabowo dengan Titiek dikarunia seorang anak bernama Didiet Prabowo. Namun, pernikahan Prabowo dengan Titiek resmi berakhir setelah order baru tumbang dan Soeharto mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia 

Karir politik dari Prabowo Subianto dimulai saat dirinya akan mencalonkan diri sebagai bakal calon presiden Indonesia dari Partai Golkar pada konvensi Capres Golkar tahun 2004. Meskipun lolos, pada akhirnya Prabowo kalah suara oleh Wiranto

Bersama sang adik, Hashim Djojohadikusumo, mantan aktivis mahasiswa Fadli Zon dan mantan Deputi V Badan Intelijen Negara Bidang Penggalang Muchdi Purwoprandjono serta sederet nama lainnya, pada tanggal 6 Februari tahun 2008 mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra. Pada partai Gerindra, Prabowo menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Partai Gerindra meraih 4.646.406 suara (4,46%) dan menempatkan dua puluh enam orang wakilnya di DPR RI pada Pemilu Legislatif Indonesia pada tahun 2009.

Pada tanggal 9 Mei 2008, Partai Gerindra menyatakan keinginannya untuk mencalonkan Prabowo sebagai bakal calon presiden pada pemilu tahun 2009. Tetapi setelah adanya proses tawar menawar yang tidak mudah, Prabowo akhirnya bersedia menjadi calon presiden Megawati Soekarnoputri. Keduanya menandatangani Perjanjian Batu Tulis yang menyatakan bahwa:

1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerindra mencalonkan Megawati sebagai calon presiden dan Prabowo sebagai calon wakil presiden dalam pemilu tahun 2009.

2. Apabila keduanya terpilih, Prabowo dapat mengendalikan program-program serta kebijakan ekonomi Indonesia.

3. Prabowo bisa menentukan orang yang nantinya menjadi Menteri Kehutanan, Menteri Pertanian, Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja dan juga Transmigrasi, Menteri Hukum dan HAM, dan juga Menteri Pertahanan.

4. Pemerintah yang dibentuk akan mendukung program kerakyatan PDI Perjuangan dan juga delapan program aksi dari Partai Gerindra untuk kemakmuran rakyat.

5. Pendanaan untuk pemilu akan ditanggung dengan bersama.

6. Megawati akan mendukung pencalonan Prabowo sebagai calon Presiden pemilu tahun 2014. 

Pilpres tahun 2009, Prabowo menjadi calon wakil presiden terkaya. Prabowo memiliki total aset sebesar Rp. 1,579 triliun dan $7,57 juta, termasuk 84 ekor kuda istimewa yang sebagian harganya mencapai 3 miliar per ekor serta sejumlah mobil mewah. Kekayaan ini besarnya berlipat 160 kali dari kekayaan yang dilaporkan pada tahun 2003.

Hasil dari hitung cepat dari lembaga Survei Indonesia, Lingkaran suvei Indonesia, Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial, Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis, CIRUS, Lembaga Riset Informasi, dan Quick Count Metro TV, memprediksi pasangan Megawati-Prabowo kalah telak dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono. Hasil perhitungan Manual KPU yang diumumkan pada tanggal 25 Juli 2009 tak jauh berbeda dengan hasil hitung cepat.

Pada pemilihan calon presiden tahun 2014, Partai Gerakan Indonesia Raya menyatakan akan mengusung Prabowo sebagai bakal calon presiden Indonesia. Prabowo menyatakan siap untuk dicalonkan sebagai presiden. Meskipun beberapa lembaga survei mencatat elektabilitas yang dimiliki oleh Prabowo tertinggi apabila dibandingkan dengan calon-calon presiden yang lain. Bahkan tidak sedikit pengamat politik yang meyakini kalau langkah dari Prabowo akan terganjal elektabilitas Partai Gerakan Indonesia Raya yang sangat rendah.

Pada tahun 2014 pemilihan umum legislatif, berdasarkan perhitungan cepat Kompas hingga tanggal 9 April 2014, Gerindra meraih posisi ketiga dengan meraih 11,58%, sementara PDIP meraih 19,52% dan Golkar meraih 15,22%. 

Prabowo Subianto menghadirkan “Enam Program Aksi Transformasi Bangsa“. 

Dalam kampanyenya, Prabowo menyatakan apabila terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia, Prabowo ingin membangun ekonomi yang kuat, berdaulat, adil dan makmur, melaksanakan ekonomi kerakyatan, membangun kedaulatan pangan dan energi serta pengamatan sumberdaya air, meningkatkan kualitas pembangunan manusia Indonesia melalui program pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya, serta membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian alam serta lingkungan hidup, serta membangun pemerintahan yang bebas dari korupsi, kuat, tegas dan efektif 

Pada pemilihan presiden, Prabowo kembali maju dengan menggandeng Sandiaga Uno sebagai cawapres-nya. Namun, kemenangan belum berpihak. Namun pada tanggal 23 Oktober 2019, Prabowo dilantik menjadi Menteri Pertahanan ke-26 Republik Indonesia dalam Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2019 sampai 2024 di pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres KH Mar’uf Amin