Berhasil Redam Polarisasi Pemilu, Literatur Institut Sebut Prabowo Sosok Pemersatu Bangsa!
DETIKMERDEKA.COM- Keputusan Prabowo Subianto untuk masuk dalam kabinet “Indonesia Maju,” menjadi keputusan yang tepat bagi Prabowo dan Partai Gerindra. Pasalnya, saat itu, pasca pemilu 2019, Indonesia dihadapkan pada gelombang konflik yang merupakan dampak dari polarisasi Pemilu 2019.
Berkat Prabowo Subianto masuk dalam kabinet Indonesia Maju dan dengan kerendahan hatinya mau membantu Presiden Jokowi sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo dinilai berhasil meredam sebagian konflik yang terjadi di Indonesia.
Meskipun demikian, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menyadari bahwa ada beberapa pihak yang tak menyukai dirinya masuk dalam kabinet sebagai Menteri Pertahanan Presiden Jokowi. Namun, dirinya tegas bahwa hal tersebut ia lakukan demi kepentingan bersama dan bangsa Indonesia.
Hal senada itu juga pernah disampaikan oleh Direktur Literatur Institut, Asran Siara. seperti dilansir RMOL PAPUA pada tahun (26/6/2022) yang lalu, Menhan Prabowo dinilai berhasil meredam polarisasi politik pasca Pemilu 2019.
Sosoknya yang bijak tersebut, membuat Prabowo dinilai layak menjadi calon pemimpin nasional. Pasalnya, kata Asran Siara, polarisasi pemilu ditiap momentum pesta demokrasi adalah hal yang tidak bisa dihindarkan.
Namun, lanjut Asran, hal tersebut mampu dikonsolidasikan ulang oleh Prabowo pasca pemilu, agar tidak terjadi konflik yang berkelanjutan dan menghambat pembangunan serta stabilitas nasional.
“Salah satu hal yang patut diapresiasi (dari Prabowo) adalah sikap politiknya yang mampu meredam polarisasi Pemilu 2019 yang begitu tajam,” jelas Asram dalam keterangan tertulisnya dikutip dari Mypresident.id, Sabtu (11/2/23)
Menurut Asran, banyak tokoh-tokoh publik atau pemimpin-pemimpin nasional lainnya yang harus belajar dari keteladanan politik Ketua Umum Partai Gerindra itu. Hal ini, lantaran Prabowo Subianto memiliki andil besar dalam membentuk stabilitas pemerintahan Presiden Jokowi saat ini.
“Bisa dibayangkan apabila saling serang antara pendukung sebelum dan setelah Pilpres lalu tidak berhasil disikapi secara fair dan bijaksana. Akan terjadi gesekan fisik yang lebih keras,” jelasnya.
“Kita memiliki banyak tokoh tapi segelintir yang mampu mempersatukan dan mengedepankan kepentingan bangsa. Kebanyakan mementingkan kelompoknya, mementingkan penyokong dana bahkan mementingkan nafsunya,” imbuhnya.
Ia berharap di pemilu 2024 yang akan datang, akan lahir pemimpin nasional yang baru yang mampu melanjutkan nafas persatuan, tenun kebangsaan, dan memiliki visi kepemimpinan nasional yang sudah teruji.
“Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Semoga upaya pembangunan yang ada saat ini bisa dilanjutkan oleh kepemimpinan nasional kedepan membawa Indonesia jauh lebih maju,” terangnya.
Dan kini, Prabowo dengan kerendahan hati dan kebijaksanaannya serta didorong oleh segenap rakyat Indonesia, akan mencalonkan kembali sebagai Presiden 2024. Semoga niat baiknya ini akan membawa langkah yang baik pula bagi Prabowo, untuk meneruskan estafet pembangunan Indonesia yang lebih baik.













