DETIKMERDEKA.COM- Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Prabowo Subianto, menjadi salah satu tokoh muslim yang berpengaruh di dunia versi The Royal aal al-bayt Institute for Islamic Thoughts Jordan
Dalam daftar tersebut ada 500 tokoh muslim yang berpengaruh di dunia. Salah satunya yang masuk adalah nama Prabowo Subianto. Tentu hal ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, karena salah satu putera bangsanya masuk dalam daftar tokoh muslim berpengaruh di dunia
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur Muhammad Fawait, mengatakan masuknya Prabowo dalam daftar 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia, menjadi penyemangat bagi para kader-kader Gerindra untuk lebih semangat mendukung Prabowo menjadi Presiden 2024
Apalagi, kata Fawait, Prabowo dianggap sangat mengerti betul pembangunan dan program kerja apa saja yang dilakukan oleh Presiden Jokowi sekarang. Sehingga, di pemerintahan selanjutnya akan ada kesinambungan antara pembangunan yang dilakukan sekarang dengan pembangunan yang akan dikerjakan ke depan, apalagi jika Prabowo menjadi Presiden RI
“Untuk bisa melanjutkan program dan rencana pembangunan yang sudah dilakukan dengan baik oleh Presiden Jokowi. Dan sosok pemimpin yang dibutuhkan Indonesia kedepan itu ada pada sosok Pak Prabowo Subianto,” jelas Fawait, melalui keterangannya, dikutip pada (14/1/2023)
Menurut Fawait, alasan lainnya mengapa Prabowo pantas melanjutkan estafet kepemimpinan Presiden Jokowi adalah situasi global yang sedikit banyak mengancam pertahanan republik Indonesia. Sehingga, kondisi ini, menuntut agar Indonesia mampu memiliki pemimpin yang mengerti betul tentang situasi global. Dan Prabowo bisa menjadi pilihannya
Selain itu, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga adalah sosok mantan pemimpin Komando Pasukan Khusus (Kopasus) yang dianggap mumpuni menjawab tantangan tersebut
Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina yang sampai hari ini belum menemukan titik temunya, kata Fawait, sangat berdampak besar terhadap kondisi global, salah satunya terhadap kelangsungan hidup rakyat Indonesia. Seperti terjadinya krisis pangan, ekonomi, dan energi
Di tambah lagi hari ini, masyarakat global harus menghadapi konflik panjang antara industri Amerika Serikat dengan China. “Kita perlu pemimpin yang ahli di dalam menghadapi pertahanan dan ketahanan bangsa Indonesia,” jelas politikus asal Jember itu.
Sumber ; mypresident.id













