Prabowo Sasaran Empuk Politik

banner 468x60

Tangerang, DetikMerdeka — Beberapa waktu lalu, tetiba semua media nasional memframing dengan tema yang nyaris sama: “Popularitas Prabowo di bawah si A”. Kini si A meraih popularitas tertinggi” dan dimunculkan berita bahwa pihak Prabowo Subianto akan menggerakkan mesin partai mulai Januari 2023, seakan-akan untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Padahal patokannya cuma dari satu atau dua hasil survey, sedangkan berbagai hasil survey lainnya elektabilitas Prabowo Subianto masih tertinggi.

Lalu muncul di mana-mana berita tentang penawaran agar Prabowo Subianto menjadi cawapresnya si A. Diclossing dengan video hoax yang menyatakan “Prabowo menerima tawaran menjadi cawapres si A”.

banner 336x280

Memang cukup terperanjat!! Wow, ini pola-pola yang dilakukan selama ini ketika Prabowo mendapatkan serangan. Semua lini digerakkan dengan mengguyur konten hoax di mana-mana, lalu para influencer membuzzing di twitter dan FB.

Anda masih ingat isu plintiran pidato Prabowo Subianto tentang “Indonesia Bubar”, “Menyerang rumah tetangga”, “Tampang Boyolali”, “Prabowo Batal Nyapres”, “Prabowo King maker”? Nah, semua itu polanya sama persis.

Bahkan tercatat menjelang 1,5th menuju pilpres 2024 sudah ada 5 pola serangan digital ke Prabowo Subianto, antara lain:
 

– Prabowo Batal Nyapres
– Prabowo King Maker
– Perang Pasir Putih
– Jokowi diturunkan
– Prabowo menjadi cawapres

Sedikit catatan, untuk isu “Prabowo Batal Nyapres” dan “Prabowo King Maker” adalah isu yang dibangun agar tiket pencapresan diberikan kepada si A. Ribuan akun influencer dan buzzer turun menyuarakan hal ini. Jelas tidak elok apalagi terkait isu “Prabowo jadi cawapres”.

Jadi, kesannya seperti ngemis-ngemis dukungan, tapi dengan cara-cara yang kasar. Selain tidak etis juga sudah termasuk menghina dan merendahkan sosok Prabowo Subianto.

Apalagi sebagian yang mencuitkan isu tersebut adalah elemen yang sebelumnya berkoalisi di Pemilu 2019. Dan sebenarnya isu tersebut juga merupakan pengulangan isu pada tahun 2018 menjelang pilpres 2019.

Dalam pengamatan, masyarakat tidak pernah melihat Prabowo Subianto melakukan politik model begituan. Dan jelas isu “Tawaran Prabowo menjadi capres” adalah salah satu isu yang sangat menyakitkan bagi kader dan simpatisan Prabowo.

Di sisi lain, tidak pernah terlihat pula Prabowo Subianto menghina orang lain secara personal, apalagi menyakiti orang lain secara terbuka. Bahkan tidak pernah sama sekali.

Mungkin sah-sah saja bagi sebagian orang melakukan pola perendahan martabat seperti itu, karena sesuai level mereka.

Namun sebagai pendidikan politik publik sebenarnya hal tersebut tidak bagus dan tidak berguna. Kekonyolan tersebut tidak memberikan implikasi apapun selain “meledek” kepada sosok Prabowo Subianto.

Yang berarti menyakiti para kader dan simpatisan. Dan tentu publik juga akan menolak pola-pola seperti itu. Terus terang, para kader tentu Sorry.

Coba bayangkan, bagaimana mungkin orang yang tidak memiliki tiket lalu menawarkan tiket kepada orang yang sudah memiliki tiket? Ini logika politik terbodoh yang pernah terlihat.

Hasil Survey Poltracking

Padahal menurut berbagai survey, yang bahkan setiap minggu dirilis menyatakan “Prabowo memiliki popularitas tertinggi”. Misalkan seperti baru saja dirilis hasil survey Poltracking disebutkan bahwa sebagai Menteri di Kabinet, Menhan menempati posisi tertinggi kepuasan publik. Tentu ini juga bisa diartikan bahwa masyarakat mengenal Prabowo Subianto dan memberikan label “Positif” yang bisa diartikan sebagai sosok populer yang berelektabilitas tinggi.

Poltracking merilis survei tingkat kepuasan terhadap kinerja menteri di Kabinet Indonesia Maju dan menunjukkan Menteri Pertahanan Republik Indonesia ini menduduki posisi teratas dengan capaian kepuasan responden sebesar 61,4 persen.

“Dari semua menteri yang kami evaluasi, kami tidak me-rangking  tapi ditanya satu per satu, yang tertinggi adalah Menhan Prabowo Subianto; yang kedua Erick Thohir; ketiga Sandiaga Uno; dan seterusnya,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda dalam rilis surveinya di Jakarta, Jumat, 09 Desember 2022.

Hanta Yuda mengatakan pihaknya tidak memberikan pilihan secara peringkat kepada responden, melainkan pertanyaan satu per satu terkait kinerja menteri di kabinet. Hasilnya, Prabowo Subianto menduduki posisi teratas.

Hasil Survey LKP

Hasil survei Lembaga Klimatologi Politik (LKP) menempatkan Prabowo Subianto sebagai Capres dengan elektabilitas tertinggi sebesar 24,2 persen. Ganjar 23,7 persen dan Anies 22,9 persen.

“Ketika LKP menanyakan pada responden, siapakah yang akan dipilih jika Pilpres dilaksanakan saat ini, nama Prabowo, Anies dan Ganjar paling banyak disebut,” kata Direktur Eksekutif LKP Usman Rachman di Jakarta, Kamis, 8 Desember 2022.

Usman menjelaskan, dukungan pada Capres papan atas semakin terkonsolidasi. Dinamika elektabilitas para capres papan tengah dan papan bawah menunjukkan kecenderungan stagnant. Bahkan elektabilitas beberapa capres seperti Sandiaga Uno, Erick Thohir dan AHY memperlihatkan trend menurun.

Lalu bagaimana bisa, sosok yang selalu menempati sebagai menteri berkinerja terbaik bertahun-tahun dan menduduki peringkat teratas dari berbagai survey secara stabil. Kemudian ditawari cawapres oleh orang yang pernah Prabowo Subianto besarkan dan padahal orang tersebut belum memiliki tiket, sedangkan Prabowo Subianto sudah aman memiliki tiket? Ini namanya bodoh plus tidak sopan.

Dan seperti biasa, Prabowo ketika dikonfirmasi atas tawaran tersebut hanya tersenyum. Prabowo hanya menjawab singkat “Saya belum tahu hal itu, nanti saya pelajari”.

Padahal bisa saja Prabowo menjawab dengan segala argumen dan data yang ada. Namun lebih memilih diam dan tersenyum.

Seperti pengamat politik uraikan, memang Pak Prabowo adalah tokoh yang paling banyak diserang oleh hoax. Tidak saja oleh lawan politik namun dengan mantan kawan koalisinya sendiri. Tapi Prabowo konsisten tidak membalas, tidak pula memberi perintah untuk melawan dan sejenisnya, karena beliau selalu mengedepankan “Politik Sejuk”, “Politik Damai”.

Bagi Prabowo, kompetisi sebaiknya cukup selesai di kompetisi dan rakyat tidak perlu dibuat panas karena persatuan lebih penting sebagai penjamin adanya keamanan dan pembangunan dapat berjalan.

Rakyat meyakini bahwa serangan demi serangan akan terus terjadi. Jika Pilpres makin dekat, biasanya serangan akan lebih TSM (Terstruktur, Sistematis dan Massif). Mungkin sebulan ada 2 tema serangan.

Jika sudah 3 sampai 6 bulan mendekati pencoblosan, serangan akan ada setiap minggu bersamaan memasukin masa debat dan minggu tenang.

Prabowo menjadi sasaran empuk serangan-serangan politik karena beliau tidak mau membalas. Beliau berpendirian bahwa politik itu tidak harus selalu berantem apalagi menggunakan hoax. Beliau lebih suka adu gagasan, adu ide karena prinsipnya adalah toh semua bertujuan baik, sama-sama untuk membangun Indonesia.

Prabowo meyakini bahwa dalam kehidupan ini terikat oleh sebuah hukum alam semesta dimana “Becik Ketitik, Olo Ketoro”, suatu saat yang berbuat jahat akan menerima karmanya sendiri-sendiri.

Jika hidup adalah untuk memberikan sebanyak mungkin manfaat bagi banyak orang, kenapa harus menyakiti orang lain?

#2024PrabowoPresiden
#PrabowoPresiden2024

Senin, 12 Desember 2022.

Oleh, Abdul Kholik.

banner 336x280