Ini 10 Poin Pidato Presiden Prabowo di Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan

DETIKMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti penyelundupan kekayaan negara, swasembada pangan, dan pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM) saat pidato Sidang Kabinet Paripurna di Halaman Tengah Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Dalam sidang yang menandai dua tahun pemerintahannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu, Presiden Prabowo juga membahas persaingan global, koalisi politik, kebakaran hutan dan lahan, serta penghematan anggaran.

Prabowo dan Gibran dilantik pada 20 Oktober 2024. Sehari kemudian, Kabinet Merah Putih mulai bertugas.

Berikut sepuluh poin penting dalam pidato pembukaan Presiden Prabowo.

1. Dunia Menghadapi Perang Dagang dan Persaingan Ekonomi

Presdien Prabowo mengawali pidatonya dengan menyoroti situasi global yang diwarnai konflik dan persaingan ekonomi. Menurut dia, persaingan antarnegara tidak hanya berlangsung melalui perang terbuka, tetapi juga melalui perdagangan dan kebijakan tarif.

“Perang fisik, perang terbuka, tapi lebih dari itu terjadi juga perang dagang, perang ekonomi, perang tarif,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga menyinggung perubahan iklim dan posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Kondisi tersebut membuat Indonesia menghadapi risiko bencana, tetapi juga memiliki tanah subur dan sumber daya mineral.

2. Presiden Prabowo Sebut Penyelundupan sebagai Ancaman Ekonomi

Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan menindak penyelundupan yang merugikan negara. Ia menyebutkan timah, emas, batu bara, kayu, BBM bersubsidi, dan pupuk bersubsidi sebagai sejumlah komoditas yang menjadi perhatian.

Ia juga menyoroti masuknya barang secara ilegal yang dapat mengganggu industri dalam negeri.

“Penyelundupan adalah usaha untuk membunuh ekonomi kita,” katanya.

Presden Prabowo menyebutkan pemerintah berada dalam kondisi survival atau harus bertahan untuk menyelamatkan kekayaan nasional. Ia menempatkan penindakan penyelundupan sebagai bagian dari upaya melindungi sumber daya alam, penerimaan negara, industri domestik, dan penyaluran subsidi.

3. Pertahankan Pilihan Membentuk Koalisi Besar

Presiden Prabowo kembali menjelaskan alasan membangun koalisi besar dengan merangkul berbagai kekuatan politik. Menurut dia, persatuan diperlukan untuk menjalankan agenda pemerintah di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Koalisi kita besar. Benar. Karena saya ingin sebanyak mungkin kekuatan bersatu untuk menjalankan perbaikan kehidupan rakyat kita,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga menanggapi kritik mengenai besarnya kabinet. Ia membandingkan Indonesia yang memiliki wilayah luas dan penduduk hampir 300 juta jiwa dengan negara-negara Eropa yang terdiri atas banyak negara dan pemerintahan.

Ia mengakui perbedaan politik merupakan bagian dari demokrasi. Namun, menurut Prabowo, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan komitmen untuk menjaga persatuan nasional.

4. Indonesia Tidak Akan Terikat pada Blok Kekuatan Tertentu

Presiden Prabowo menegaskan Indonesia akan menjaga hubungan baik dengan berbagai negara tanpa mengikatkan diri pada blok kekuatan tertentu.

Ia menyampaikan prinsip tersebut melalui ungkapan “seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak”.

Presiden Prabowo juga menyebutkan kebijakan bertetangga baik atau *good neighbor policy*, serta menegaskan sikap antikolonialisme dan antiimperialisme.

Menurut dia, politik luar negeri berkaitan erat dengan kepentingan ekonomi, perdagangan, pangan, dan pertahanan. Ia mengingatkan bahwa perdagangan dan transaksi ekonomi dapat menjadi bagian dari persaingan antarnegara.

5. Ancam Cabut Izin Perusahaan Pelanggar Kasus Karhutla

Presiden Prabowo menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menurutnya tidak hanya disebabkan faktor alam, tetapi juga diduga melibatkan campur tangan manusia dan korporasi.

Ia meminta kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan, TNI, dan intelijen menyelidiki persoalan tersebut.

Presiden Prabowo menyatakan pemerintah akan mencabut izin perusahaan jika pelanggarannya didukung bukti yang jelas.

“Kita tidak boleh menganggap ini remeh. Kita akan sekarang masif menangani itu. Tapi kita juga akan mengusut sampai tuntas,” ujarnya.

Presiden Prabowo menyebutkan pembakaran yang membahayakan kesehatan masyarakat sebagai kejahatan serius. Ia meminta penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh hingga pihak yang bertanggung jawab dapat diketahui.

6. Swasembada Pangan Jadi Prioritas

Presiden Prabowo menyebutkan swasembada pangan sebagai salah satu capaian pemerintah. Ia menilai kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri penting ketika rantai pasok internasional terganggu.

“Pangan itu menentukan karena sekarang pangan bisa menjadi senjata,” katanya.

Presiden Prabowo juga menyinggung tantangan kekeringan pada 2025–2026. Ia menyatakan pemerintah mampu menjaga swasembada pangan meskipun menghadapi kondisi cuaca yang sulit.

Menurut Presiden Prabowo, pemerintah telah menyiapkan langkah kontingensi untuk menghadapi perubahan iklim.

7. Targetkan B50 dan E50 untuk Kurangi Impor BBM

Presiden Prabowo turut membahas upaya mengurangi ketergantungan Indonesia pada BBM impor. Ia menyebut kenaikan harga minyak dunia sebagai salah satu tantangan yang perlu diantisipasi melalui pemanfaatan sumber energi dalam negeri.

Ia menyinggung potensi batu bara, panas bumi, dan bahan bakar nabati.

“Kita sudah mencapai B50 dan kita sekarang akan berjuang untuk etanol menjadi E-50,” kata Presiden Prabowo.

B50 merupakan campuran biodiesel dengan kandungan bahan bakar nabati sebesar 50 persen. Adapun E50 merujuk pada bahan bakar dengan kandungan etanol sebesar 50 persen.

Presiden Prabowo memperkirakan Indonesia dapat mencapai E10 pada 2026, dilanjutkan E20 sekitar dua tahun berikutnya, kemudian E50 dua tahun setelahnya. Berdasarkan tahapan yang disampaikan, target E50 mengarah ke 2030.

Presiden Prabowo berharap penerapan B50 dan E50 dapat mengurangi kebutuhan Indonesia untuk mengimpor BBM dari luar negeri.

8. Lawan MSCI, Indonesia Tidak Gentar Menghadapi Tekanan

Presiden Prabowo menyinggung Morgan Stanley Capital International (MSCI) saat berbicara mengenai tekanan yang menurutnya dihadapi Indonesia.

“Kita terus dihadang. Iya kan. Ada apa itu? Macam-macamlah MS apa-apa. Macam-macam ya kan. Dia mau dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapapun dan tidak akan gentar,” kata Prabowo.

MSCI merupakan penyedia indeks pasar keuangan yang digunakan investor untuk membandingkan kinerja pasar saham. Penilaian MSCI dapat menjadi perhatian pelaku pasar karena berkaitan dengan keputusan investasi.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan gentar menghadapi tekanan dari pihak luar.

9. Buka Kemungkinan Penghematan Lebih Besar

Presiden Prabowo mengakui pemerintah telah bekerja keras selama dua tahun pertama. Namun, ia mengatakan tantangan yang dihadapi masih besar dan masyarakat mengharapkan hasil yang lebih banyak.

“Kita telah bekerja dengan baik tapi kita tahu tantangan masih sangat besar. Rakyat kita berharap lebih banyak,” katanya.

Prabowo juga membuka kemungkinan penghematan lebih besar jika diperlukan. Namun, ia tidak merinci pos belanja yang akan dikurangi, besaran penghematan, maupun mekanisme pelaksanaannya.

10. Kabinet Merah Putih Masih Babak Pertama

Presiden Prabowo menggunakan analogi pertandingan sepak bola untuk menggambarkan perjalanan pemerintahannya selama lima tahun. Menurut dia, dua tahun pertama belum mencapai jeda babak pertama karena masa pemerintahan baru memasuki paruh waktu setelah sekitar dua setengah tahun.

Ia juga mengingatkan para menteri dan pejabat yang belum mendapat peran lebih besar agar tidak frustrasi. Prabowo mengatakan setiap pejabat akan memperoleh kesempatan sesuai kebutuhan pemerintah.

“Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita tidak semua pemain akan kita mainkan di awal. Ada yang cadangan, ada yang pendukung, ada yang striker ya. Yang cadangan jangan frustrasi. Pada saatnya Saudara akan kita mainkan. Ibarat ini pertandingan sepak bola, kita sesungguhnya belum sampai ke half-time. Apa itu half-time? Ya, kita belum selesai satu babak kan. Kita ini lima tahun, jadi dua setengah tahun baru, ya babak pertama,” tandas Presiden Prabowo.

Selain membahas pembagian peran di kabinet, Prabowo mengingatkan para menteri, wakil menteri, dan kepala badan untuk menjaga kesehatan. Ia menyampaikan hal tersebut dengan nada berseloroh mengenai perlunya pemeriksaan kesehatan yang lebih teliti.[]