Kenapa Harus Prabowo

Sebagian orang yang tidak senang atas kegigihan Prabowo dalam mengejar cita cita menjadi Presiden menjadi celah untuk memojokkannya.

Mereka lupa, ada banyak pelajaran dan hikmah dibalik kegigihan Prabowo. Dari sisi kegigihan memang lebih berat pada sisi subjektifitas. Tapi kalau dilihat dalam perspektif yang luas secara objektif kewajaran dan kapabilitas memang Prabowo memadai untuk jadi Presiden 2024 – 2029.

Sekedar referensi saja Prabowo mempunyai pengalaman yang memadai dalam beberapa hal, bukan hanya sekedar menerima masukan dari para koleganya, tapi memang langsung praktek menyelami kondisi rakyat di bawah.

Bukti itu dapat kita lihat pada kiprah Prabowo di bawah ini, antara lain:

1.) Sangat paham akan strategi sistem pertahanan nasional dan internasional. Melalui kiprahnya saat ini di Kemenhan, Prabowo dalam waktu singkat mampu mendorong moderenisasi alitsista dari beberapa sumber peralatan nasional dan internasional.

2.) Piawai berdiplomasi. Praktek diplomasi yang Prabowo jalankan, dia lakukan melalui pendekatan pengadaan alutsista dari beberapa negara, dan berhasil menembus kebuntuan diplomasi pertahanan global, antara lain dengan dicapainya kesepakatan kerjasama pendidikan taruna berprestasi dibeberapa negara, kerjasama produksi bersama alutsista, dan lain lain.

3.) Memahami gejolak dan kondisi rakya kecil di bawah khususnya kaum. Petani dan pedagang pasar, karena Prabowo sampai saat ini masih aktif sebagai pembinan di dua organisasi komunitas petani dan pedagang.

4.) Memahami pemetaan, sistem, dan kebutuhan pangan nasional, dengan mengantongi data data valid, contohnya tentang integrasi kebutuhan pupuk, pertanian, dan kebutuhan pangan nasional, dan diversifikasi pangan.

Mencermati uraian di atas, rasa rasanya sedikit sekali orang yang memahami dan menguasai berbagai bidang sekaligus seperti Prabowo, kecuali melalui retorika kata kata. Beda dengan Prabowo  langsung turun praktek melalui berbagai aktifitas organisasi

Artinya, Prabowo lebih siap pakai. Dalam konteks kegigihan ingin menjadi presiden, harus dilihat dalam perspektif originalitas pemikiran dan konsepnya, yang tetap istiqomah dari sejak puluhan tahun lalu, yaitu tentang konsep ekonomi konstitusi. Artinya, bukan hanya mengejar jabatan, apalagi kekayaan

Mengenaj konsep ekonomi konstitusi, kembali Prabowo sampaikan pada kesempatan Munas KAHMI di Kota Palu Sulteng beberapa waktu yang lalu.

Pertanyaannya, apalagi yang harus Prabowo tunjukkan untuk mewujudkan cita citanya???

Wallahu a’lam bisshowab.

 Oleh Nang Sudrajat (Sekjend DPP PAPERA).