DETIKMERDEKA – Presiden Tiongkok Xi Jinping menyebut hubungan negaranya dengan Amerika Serikat berada di persimpangan sejarah. Pernyataan itu disampaikan dalam jamuan penyambutan yang digelar Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump di Gedung Putih, Kamis (24/9/2026) waktu setempat. Xi hadir bersama istrinya, Peng Liyuan.
Menurut laporan CGTN, Xi mengatakan kunjungannya menghasilkan kesepahaman mengenai sejumlah isu dan memberi arah baru bagi hubungan bilateral. Ia juga menyoroti kunjungan Trump ke Tiongkok pada Mei lalu. Dalam waktu kurang dari enam bulan, kedua pemimpin telah saling melakukan kunjungan kenegaraan.
Dalam pidatonya, Xi mengajak kedua negara mencari cara untuk hidup berdampingan dan bekerja sama sebagai dua kekuatan besar. Ia menilai tujuan Trump untuk memajukan Amerika Serikat dan upaya Tiongkok mencapai kebangkitan nasional dapat berjalan saling mendukung. Seruan itu, menurut Xi, berkaitan dengan tanggung jawab kedua negara untuk memenuhi harapan rakyatnya.
Untuk menjelaskan dasar hubungan tersebut, Xi menelusuri beberapa peristiwa dalam sejarah kedua negara: perdagangan yang dimulai lebih dari dua abad lalu, kerja sama rakyat Tiongkok dan Amerika melawan agresi Jepang, serta Diplomasi Ping-Pong yang membuka kembali pertukaran bilateral pada awal 1970-an. Ia juga menyebut bantuan seorang warga Amerika bagi upaya penghijauan di Tiongkok sebagai contoh hubungan antarmasyarakat.
Xi berharap pertukaran antarmasyarakat terus memperkuat kerja sama Tiongkok–AS. Jamuan tersebut turut menampilkan pertunjukan seniman Amerika; kedua pasangan pemimpin berfoto bersama dan menyapa para tamu.






