Konflik Timur Tengah Memanas, AFC Resmi Tunda Piala Asia 2027 hingga Desember

DETIKMERDEKA – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi mengumumkan perubahan jadwal penyelenggaraan Piala Asia 2027 di Arab Saudi menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah. Turnamen sepak bola terbesar antarnegara Asia tersebut diundur hampir satu tahun dari jadwal semula.

Berdasarkan pengumuman resmi AFC pada Selasa (3/11/2026), kompetisi yang awalnya dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 kini dialihkan menjadi 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi keamanan, hambatan perjalanan, serta berbagai tantangan logistik yang berpotensi mengganggu pelaksanaan turnamen.

Mengutip laporan Al Jazeera, perubahan jadwal itu terjadi di tengah meningkatnya serangan kelompok Houthi Yaman terhadap sejumlah wilayah Arab Saudi sejak September 2026. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan peserta maupun kelancaran penyelenggaraan kejuaraan yang akan diikuti 24 tim nasional.

AFC menjelaskan bahwa keputusan penundaan merupakan hasil pembahasan mendalam bersama Komite Penyelenggara Lokal (LOC) Piala Asia 2027 dan Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF). Seluruh pihak sepakat bahwa penyesuaian waktu diperlukan untuk memastikan turnamen dapat diselenggarakan dalam kondisi yang lebih kondusif.

“Komite Penyelenggara Piala Asia AFC menyetujui penjadwalan ulang turnamen dengan mempertimbangkan keadaan luar biasa akibat perkembangan situasi di kawasan, termasuk tantangan logistik yang signifikan dan gangguan perjalanan,” demikian pernyataan AFC yang diterjemahkan dari pengumuman resminya.

Sementara itu, Al Jazeera melaporkan bahwa situasi keamanan Arab Saudi semakin menjadi perhatian setelah sejumlah serangan rudal dan pesawat tanpa awak dikaitkan dengan kelompok Houthi. Ibu kota Riyadh termasuk wilayah yang beberapa kali menjadi sasaran serangan dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam perkembangan terbaru yang diberitakan Al Jazeera, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman mengklaim berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak yang diluncurkan kelompok Houthi menuju wilayah Mekkah. Sebelumnya, sistem pertahanan Saudi juga dilaporkan menggagalkan serangan rudal yang mengarah ke bagian barat negara tersebut.

Rangkaian insiden keamanan itu berlangsung di tengah meningkatnya konflik antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pemerintah Yaman yang memperoleh dukungan Arab Saudi. Ketegangan tersebut turut memperbesar kekhawatiran terhadap keberlangsungan sejumlah kegiatan internasional di kawasan.

Menurut laporan Al Jazeera, ketidakpastian mengenai penyelenggaraan Piala Asia 2027 telah muncul dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah negara peserta bahkan menyampaikan kekhawatiran mengenai potensi risiko keamanan apabila kompetisi tetap dilaksanakan sesuai jadwal awal.

Menanggapi kondisi tersebut, AFC menegaskan bahwa keselamatan seluruh pihak yang terlibat menjadi pertimbangan utama dalam menentukan jadwal baru. Penundaan dinilai sebagai langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan tim peserta, perangkat pertandingan, penonton, serta pemangku kepentingan lainnya.

Meski mengalami perubahan jadwal, Arab Saudi tetap dipercaya sebagai tuan rumah turnamen. Kompetisi tersebut direncanakan berlangsung di tiga kota, yakni Riyadh, Jeddah, dan Al Khobar, sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency.
Selanjutnya, AFC akan mengajukan jadwal penyelenggaraan yang telah direvisi kepada Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk memperoleh persetujuan. Dengan demikian, tanggal baru tersebut masih memerlukan pengesahan dari otoritas tertinggi sepak bola dunia.

Perubahan jadwal ini sekaligus menjadi tantangan bagi federasi sepak bola negara-negara peserta untuk menyesuaikan persiapan tim nasional. AFC bersama penyelenggara lokal diharapkan dapat memastikan seluruh kebutuhan kompetisi terpenuhi agar turnamen tetap berlangsung optimal di tengah dinamika keamanan kawasan.