Xi Jinping dan Presiden Kirgistan Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis

DETIKMERDEKA – Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Kirgistan Sadyr Japarov sepakat memperkuat hubungan bilateral serta memperluas kerja sama di berbagai sektor. Kesepakatan itu dibahas dalam pertemuan kedua pemimpin di Bishkek, Kirgistan, Senin.

Dalam pertemuan tersebut, Xi menyatakan bahwa Tiongkok siap bekerja sama dengan Kirgistan untuk menyelaraskan strategi pembangunan kedua negara. Menurut Xi, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pertukaran pengalaman dalam tata kelola pemerintahan serta menghasilkan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.

Dilansir CGTN, Xi menilai hubungan Tiongkok-Kirgistan telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kerja sama kedua negara kini mencakup berbagai bidang dan terus menunjukkan perkembangan di bawah kepemimpinan kedua kepala negara.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan jalur kereta api Tiongkok-Kirgistan-Uzbekistan. Xi menyebut proyek tersebut berkembang secara stabil dan diharapkan menjadi salah satu jalur transportasi penting yang dapat mendukung pembangunan ekonomi serta memperkuat konektivitas kawasan.

Xi juga mendorong kedua negara untuk memperdalam kerja sama ekonomi dan perdagangan. Ia meminta implementasi rencana kerja sama ekonomi dan perdagangan antarpemerintah terus diperkuat, termasuk dengan memperluas serta mendiversifikasi produk perdagangan kedua negara.

Selain sektor perdagangan konvensional, Tiongkok dan Kirgistan didorong mengembangkan bidang-bidang baru seperti perdagangan digital dan e-commerce lintas batas. Xi juga menekankan pentingnya memastikan pembangunan jalur kereta api Tiongkok-Kirgistan-Uzbekistan berjalan dengan standar tinggi.

Menurut CGTN, Xi menggambarkan jalur kereta api tersebut sebagai salah satu arteri transportasi utama yang membawa harapan pembangunan bagi masyarakat di kawasan. Proyek itu dinilai dapat memperkuat konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru bagi negara-negara yang terhubung.

Kerja sama teknologi juga menjadi bagian dari agenda pembicaraan. Xi mengusulkan agar kedua negara bersama-sama membangun Laboratorium Bersama Belt and Road serta memperluas kolaborasi di bidang teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Sementara itu, Presiden Sadyr Japarov menegaskan posisi penting Tiongkok dalam kebijakan luar negeri Kirgistan. Ia menyebut Tiongkok sebagai sahabat dekat sekaligus salah satu mitra paling dapat diandalkan bagi negaranya.

Japarov juga menilai hubungan Kirgistan dan Tiongkok saat ini berada pada periode yang sangat baik. Ia menyebut kemitraan strategis komprehensif kedua negara untuk era baru telah mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah hubungan bilateral.

Setelah pertemuan, kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan perjanjian bilateral mengenai hubungan bertetangga baik, persahabatan, dan kerja sama yang langgeng. Kedua negara juga melakukan pertukaran sejumlah dokumen kerja sama bilateral.

Xi mengatakan perjanjian tersebut akan menjadi dasar hukum penting bagi Tiongkok dan Kirgistan dalam mempertahankan hubungan persahabatan serta saling memberikan dukungan. Japarov menilai kesepakatan itu akan membuka peluang yang lebih luas bagi perkembangan hubungan kedua negara di masa mendatang.

Kunjungan Xi ke Kirgistan berlangsung dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) 2026 sekaligus kunjungan kenegaraan ke negara tersebut. Ia tiba di Bishkek pada Minggu sebelum melanjutkan agenda pertemuan dengan Japarov.