PM Selandia Baru Christopher Luxon Lolos Mosi Tidak Percaya, Tetap Pimpin Partai Nasional Jelang Pemilu

DETIKMERDEKA – Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin Partai Nasional setelah memenangkan pemungutan suara mosi tidak percaya internal pada Rabu (12/8). Hasil tersebut memastikan Luxon tetap memimpin partainya menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026.

Keputusan itu diambil setelah pertemuan internal Partai Nasional yang berlangsung selama beberapa jam di ibu kota Wellington. Hasil pemungutan suara sekaligus meredam spekulasi mengenai kemungkinan pergantian kepemimpinan di tubuh partai yang saat ini berkuasa.

Dalam konferensi pers di Gedung Parlemen, Luxon menegaskan bahwa dirinya memperoleh dukungan penuh dari anggota parlemen Partai Nasional.

“Saya telah melewati mosi tidak percaya dengan dukungan penuh dari anggota parlemen Partai Nasional dan saya akan tetap menjadi pemimpin partai,” ujar Christopher Luxon, seperti dikutip CGTN.

Mosi tidak percaya tersebut muncul kurang dari tiga bulan sebelum rakyat Selandia Baru memberikan suara dalam pemilu nasional. Situasi ini membuat stabilitas kepemimpinan Partai Nasional menjadi sorotan karena partai tengah bersiap memasuki masa kampanye.

Dalam beberapa bulan terakhir, Luxon menghadapi berbagai kontroversi yang memicu kritik dari internal maupun publik. Beberapa di antaranya adalah pernyataannya mengenai “hubungan orang tua-anak” dalam konteks dunia bisnis, penggunaan pesawat militer untuk perjalanan ke Auckland, hingga usulannya menggelar referendum mengenai sistem pemilu Mixed Member Proportional (MMP) apabila kembali memenangkan pemilu.

Mosi tidak percaya kali ini merupakan yang kedua sejak Luxon menjabat sebagai Perdana Menteri Selandia Baru. Sebelumnya, proses serupa juga dilakukan pada April 2026.

Usai memastikan posisinya tetap aman, Luxon mengajak seluruh kader Partai Nasional untuk bersatu menghadapi pemilihan umum mendatang.

“Fokus kami sekarang adalah memenangkan pemilihan umum dan mengalahkan oposisi yang dipimpin Partai Buruh,” kata Christopher Luxon, dikutip CGTN.

Dengan dukungan yang kembali ditegaskan melalui pemungutan suara internal tersebut, Luxon kini memiliki waktu kurang dari 90 hari untuk mengonsolidasikan partainya sekaligus meyakinkan pemilih menjelang pemilu yang akan menentukan arah pemerintahan Selandia Baru lima tahun ke depan.