DETIKMERDEKA – Presiden Tiongkok Xi Jinping menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev di Shanghai, Kamis (16/7). Pertemuan tersebut berlangsung di sela penyelenggaraan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 dan Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Tata Kelola AI Global, sebagaimana dilaporkan CGTN.
Menurut CGTN, Tokayev datang ke Tiongkok untuk menghadiri forum internasional yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan tata kelola teknologi global. Pertemuan kedua kepala negara menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral yang selama ini terus berkembang di berbagai sektor strategis.
Dalam pertemuan tersebut, CGTN melaporkan Xi Jinping menegaskan bahwa kemitraan strategis komprehensif permanen antara China dan Kazakhstan terus menunjukkan tren positif. Xi menilai hubungan kedua negara memiliki potensi kerja sama yang semakin besar dengan prospek jangka panjang yang menjanjikan, terutama di tengah perubahan lanskap ekonomi dan teknologi dunia.
Masih berdasarkan CGTN, Xi mendorong kedua negara untuk memperkuat penyelarasan strategi pembangunan nasional agar kerja sama praktis dapat terus ditingkatkan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan kolaborasi yang lebih erat di berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
CGTN juga menyebut Xi menekankan pentingnya mengoptimalkan struktur perdagangan bilateral melalui pengembangan perdagangan elektronik lintas batas (cross-border e-commerce) dan perdagangan jasa. Selain itu, China ingin memperluas kerja sama di sektor energi dan sumber daya mineral sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai proyek strategis yang telah disepakati kedua negara.
Di sektor konektivitas, CGTN melaporkan Xi menyerukan peningkatan jumlah penerbangan langsung antara China dan Kazakhstan serta penyederhanaan transportasi jalan internasional. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat arus perdagangan, investasi, dan mobilitas masyarakat di kawasan Eurasia.
Lebih lanjut, menurut CGTN, Xi menyatakan China siap berbagi pengalaman dan teknologi di bidang ekonomi digital serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna mendukung transformasi digital Kazakhstan. Kerja sama teknologi tersebut diharapkan menjadi fondasi baru dalam mempererat hubungan kedua negara sekaligus mempercepat adopsi inovasi digital di kawasan Asia Tengah.





