Argentina Tantang Tembok Kokoh Spanyol, Messi Hadapi Generasi Baru Lamine Yamal

DETIKMERDEKA – Final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua tim terbaik sepanjang turnamen. Argentina akan menghadapi Spanyol pada laga puncak yang digelar di East Rutherford, New Jersey, pada Minggu, 19 Juli 2026 waktu setempat.

Pertandingan ini mempertemukan dua gaya bermain yang berbeda. Argentina datang sebagai tim paling produktif sepanjang turnamen. Sementara itu, Spanyol menjadi tim dengan pertahanan paling solid.

Spanyol lebih dulu memastikan tiket ke final setelah mengalahkan Prancis 2-0 pada babak semifinal. Sehari kemudian, Argentina menyusul usai bangkit dan menang 2-1 atas Inggris.

Argentina memburu gelar juara dunia keempat. Tim Tango juga berpeluang menjadi negara pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada edisi 1958 dan 1962.

Spanyol mengincar trofi Piala Dunia kedua setelah terakhir kali menjadi juara pada 2010 di Afrika Selatan.

Laga final diprediksi berlangsung sengit. Argentina menjadi tim paling tajam dengan koleksi 19 gol. Sebaliknya, Spanyol baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen.

Catatan tersebut membuat final diperkirakan menjadi pertarungan antara lini serang paling produktif melawan pertahanan terbaik.

Turnamen Piala Dunia 2026 juga menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah. Sebanyak 48 negara ambil bagian dalam 104 pertandingan yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Pertemuan Argentina dan Spanyol sebenarnya sempat direncanakan terjadi lebih awal pada laga Finalissima di Doha, Qatar, pada Maret 2026.

Laga yang mempertemukan juara Amerika Selatan dan juara Eropa itu batal digelar. Kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah saat itu memburuk akibat meningkatnya konflik bersenjata sehingga pertandingan dibatalkan.

Kini, duel yang sempat tertunda itu akhirnya terwujud di panggung terbesar sepak bola dunia.

Final nanti juga menjadi pertemuan dua tim yang menempati posisi teratas peringkat FIFA sebelum Piala Dunia dimulai. Argentina berada di peringkat pertama, sedangkan Spanyol menempati posisi kedua.

Sorotan utama juga tertuju pada Lionel Messi dan Lamine Yamal.

Messi masih menjadi andalan Argentina sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Sementara Yamal tampil sebagai wajah baru sepak bola Spanyol.

Keduanya memiliki kisah unik. Pada 2007, Messi pernah mengikuti kegiatan UNICEF dan berfoto bersama seorang bayi.

Bayi tersebut ternyata adalah Lamine Yamal.

Hampir dua dekade kemudian, keduanya akan kembali bertemu. Bedanya, kali ini mereka berdiri di lapangan sebagai lawan dalam final Piala Dunia.

Keduanya juga sama-sama dikenal sebagai pemain berkaki kiri dan pernah membela Barcelona.

Spanyol belum terkalahkan sepanjang turnamen. La Roja membukukan enam kemenangan dan satu hasil imbang.

Tim asuhan Luis de la Fuente hanya mencetak 13 gol, tetapi memiliki pertahanan yang sangat kuat dengan hanya sekali kebobolan.

Pada fase grup, Spanyol bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde, lalu mengalahkan Arab Saudi 4-0 dan Uruguay 1-0.

Perjalanan berlanjut di fase gugur dengan kemenangan atas Austria 3-0, Portugal 1-0, Belgia 2-1, dan Prancis 2-0.

Argentina tampil sempurna menuju final. Tim asuhan Lionel Scaloni selalu menang dalam tujuh pertandingan.

Tim Tango mencetak 19 gol dan kebobolan tujuh kali.

Pada fase grup, Argentina mengalahkan Aljazair 3-0, Austria 2-0, dan Yordania 3-1.

Di babak gugur, Argentina menyingkirkan Tanjung Verde 3-2, Mesir 3-2, Swiss 3-1, dan Inggris 2-1.

Kedua tim juga datang ke final dengan rekor impresif.

Spanyol belum pernah kalah dalam 37 pertandingan di semua ajang. Rinciannya, 28 kemenangan dan sembilan hasil imbang. Kekalahan terakhir mereka terjadi saat menghadapi Kolombia pada Maret 2024.

Argentina juga memiliki catatan luar biasa di Piala Dunia. Lionel Messi dan kawan-kawan tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan terakhir di ajang tersebut. Mereka mencatat 11 kemenangan dan dua hasil imbang sejak kalah dari Arab Saudi pada laga pembuka Piala Dunia 2022.

Bursa taruhan menempatkan Spanyol sebagai favorit untuk menjadi juara.

Meski demikian, pengalaman Argentina di laga besar serta keberadaan Lionel Messi membuat peluang kedua tim masih terbuka lebar.

Final Piala Dunia 2026 bukan hanya mempertemukan dua negara kuat, tetapi juga menjadi panggung pertemuan antara legenda sepak bola dunia dan calon bintang masa depan.