Persaingan perebutan gelar BRI Super League 2025/2026 makin panas. Borneo FC sukses menjaga asa juara setelah menundukkan Bali United dengan skor tipis 3-2 pada laga pekan ke-32 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin malam (11/5).
Laga berlangsung dalam tensi tinggi sejak menit awal. Bermain di hadapan publik sendiri, Bali United langsung tampil agresif dan berhasil membuka keunggulan lebih dulu lewat Teppei Yachida pada menit ke-21. Gol tersebut lahir dari skema serangan rapi yang melibatkan Rahmat Arjuna dan Boris Kopitovic.
Namun, mentalitas juara diperlihatkan Pesut Etam di babak kedua. Pelatih Fabio Lefundes melakukan perubahan taktik dengan memasukkan energi baru di lini tengah dan serangan. Hasilnya langsung terasa ketika Mariano Peralta mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti pada menit ke-49 untuk menyamakan kedudukan.
Pertandingan kemudian berubah menjadi duel terbuka. Bali United beberapa kali nyaris kembali unggul, tetapi penampilan gemilang Nadeo Argawinata di bawah mistar menjadi pembeda. Kiper Timnas Indonesia itu melakukan sejumlah penyelamatan penting yang menjaga Borneo tetap hidup dalam pertandingan.
Momentum krusial datang pada menit ke-74 ketika VAR menghadiahkan penalti untuk Borneo FC akibat handball pemain Bali United. Peralta yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dan membawa tim tamu berbalik unggul 2-1.
Drama belum berhenti. Dua menit berselang, Bali United berhasil menyamakan skor lewat gol bunuh diri Caxambu. Stadion Dipta sempat bergemuruh dan atmosfer pertandingan memanas. Namun hanya berselang tiga menit, Juan Villa muncul sebagai penentu kemenangan lewat sepakan keras yang gagal dibendung Mike Hauptmeijer. Skor 3-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini membuat Borneo FC kini mengoleksi 75 poin dan menyamai raihan pemuncak klasemen, Persib Bandung. Meski demikian, Pesut Etam masih berada di posisi kedua karena kalah head-to-head.
Mentalitas Juara Mulai Terlihat
Yang paling menarik dari kemenangan ini bukan hanya tiga poin, tetapi cara Borneo FC meraihnya. Mereka sempat tertinggal, bermain di kandang lawan dengan tekanan tinggi, lalu mampu bangkit dua kali dalam pertandingan yang penuh momentum emosional.
Fabio Lefundes bahkan mengakui timnya tampil di bawah standar pada babak pertama, tetapi respons pemain di paruh kedua menjadi bukti kedewasaan skuad Borneo musim ini.
Mariano Peralta menjadi figur sentral kemenangan. Dua gol plus kontribusi aktif di lini serang memperlihatkan mengapa ia menjadi salah satu pemain paling menentukan di Super League musim ini. Sementara Juan Villa kembali menunjukkan kualitas sebagai gelandang yang mampu hadir di momen krusial.
Analisa Peluang Juara: Borneo FC Masih Sangat Hidup
Dengan dua pertandingan tersisa, perebutan gelar kini praktis tinggal menjadi duel antara Persib dan Borneo FC.
Sisa Jadwal Borneo FC
vs Persijap Jepara (tandang)
vs Malut United (kandang)
Sisa Jadwal Persib Bandung
vs PSM Makassar (tandang)
vs Persijap Jepara (kandang)
Secara matematis, peluang Borneo FC masih sangat terbuka. Bahkan, momentum psikologis saat ini bisa jadi berada di pihak Pesut Etam setelah mampu melakukan comeback dramatis di Bali.
Namun ada satu faktor penting: Borneo tidak lagi memegang kendali penuh atas nasib sendiri. Karena kalah head-to-head dari Persib, jumlah poin yang sama tidak cukup untuk membuat mereka juara. Artinya, skenario paling realistis adalah:
Borneo wajib menyapu bersih dua laga sisa
Sambil berharap Persib terpeleset minimal sekali
Tantangan terbesar justru ada di laga tandang melawan Persijap. Tim promosi itu sedang dalam tren positif dan bermain tanpa tekanan. Jika mampu melewati laga tersebut, partai terakhir kontra Malut United di Samarinda berpotensi menjadi “final” sesungguhnya bagi Borneo FC.
Di sisi lain, Persib masih harus bertandang ke markas PSM Makassar, salah satu laga paling sulit di akhir musim. Jika Maung Bandung kehilangan poin di Makassar, maka perebutan gelar bisa berlangsung hingga pekan terakhir.
Yang jelas, kemenangan dramatis di Stadion Dipta memastikan satu hal: Borneo FC belum menyerah. Pesut Etam masih terbang tinggi, dan perburuan trofi BRI Super League musim ini belum selesai.






