DETIKMERDEKA – Tempat pemungutan suara (TPS) dibuka di Peru pada Minggu pagi. Jutaan warga mulai memberikan suara untuk memilih presiden baru. Total ada 35 kandidat yang ikut bertarung. Jumlah ini menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah negara tersebut.
Pemilu ini menjadi momen penting bagi Peru. Negara itu berupaya keluar dari satu dekade ketidakstabilan politik. Pergantian pemimpin yang berulang membuat situasi politik tidak menentu.
Sejumlah jajak pendapat pra-pemilu menunjukkan tiga kandidat teratas berasal dari spektrum ideologi yang berbeda. Tidak ada kandidat yang diperkirakan mampu menang mutlak di putaran pertama.
Aturan di Peru mengharuskan kandidat meraih lebih dari 50 persen suara untuk langsung menang. Jika tidak tercapai, pemilu akan berlanjut ke putaran kedua.
Persaingan dipimpin Keiko Fujimori dari Fuerza Popular. Ia merupakan putri mantan presiden Alberto Fujimori. Keiko maju untuk keempat kalinya dengan dukungan kuat dari basis sayap kanan.
Rafael Lopez Aliaga dari Renovacion Popular menjadi pesaing utama di kubu kanan. Ia dikenal sebagai mantan wali kota Lima yang konservatif. Ia mundur dari jabatannya untuk fokus pada pencalonan ini.
Ricardo Belmont juga mencuat dalam persaingan. Tokoh media berusia 80 tahun ini dikenal sebagai figur anti-kemapanan. Popularitasnya meningkat di tengah kekecewaan publik terhadap kondisi politik.
Fragmentasi suara yang tinggi membuat peluang putaran kedua terbuka lebar. Para analis memperkirakan dua kandidat teratas akan kembali bertarung pada 7 Juni mendatang.
Selain memilih presiden, warga juga memilih anggota legislatif. Pemilu kali ini membawa perubahan besar dalam sistem politik Peru.
Peru kembali menerapkan sistem bikameral setelah lebih dari 30 tahun. Kongres akan terdiri dari Senat dengan 60 anggota dan Dewan Perwakilan dengan 130 anggota. Masa jabatan anggota legislatif ditetapkan selama lima tahun.
Reformasi ini bertujuan menciptakan stabilitas politik. Dalam 10 tahun terakhir, Peru telah mengalami delapan kali pergantian presiden. Kondisi itu terjadi akibat pemakzulan dan konflik antara eksekutif dan legislatif.
Pemungutan suara bersifat wajib bagi warga berusia 18 hingga 70 tahun. Dewan Pemilihan Nasional mencatat lebih dari 25 juta pemilih terdaftar.
TPS dibuka pukul 07.00 waktu setempat atau 19.00 WIB. Pemungutan suara ditutup pukul 17.00 waktu setempat atau 05.00 WIB pada Senin (13/4/2026).
Kantor Nasional Proses Pemilu Peru menargetkan hasil awal diumumkan pada Minggu malam. Sekitar 60 persen suara diharapkan sudah terhitung sebelum tengah malam.













