Israel Lancarkan Serangan di Lebanon Selatan, Targetkan Posisi Hizbullah

banner 468x60

DETIKMERDEKA – Kota Khiam di Lebanon selatan kembali menjadi titik perhatian dalam eskalasi konflik terbaru antara Israel dan Hizbullah. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu benteng pertahanan penting Hizbullah sekaligus memiliki posisi strategis karena dianggap sebagai pintu masuk menuju Lebanon selatan. Ketegangan terbaru dipicu setelah Hizbullah meluncurkan roket sebagai respons atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, sebagaimana dilaporkan oleh Al Jazeera.

Menurut laporan Al Jazeera Arabic, kelompok Hizbullah sebenarnya belum melakukan serangan terhadap Israel sejak diberlakukannya gencatan senjata pada 2024. Namun, Israel disebut beberapa kali melanggar kesepakatan tersebut yang sebelumnya dimediasi oleh Amerika Serikat.

banner 336x280

Pada Senin pagi, dua serangan udara Israel dilaporkan menghantam kota Yater di Lebanon selatan. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan tersebut, menurut laporan Al Jazeera Arabic.

Serangan udara juga dilaporkan menyasar sejumlah wilayah lain di Lebanon selatan. Media tersebut menyebutkan bahwa kota Burj Qalawiya, Sultaniya, dan Chaqra turut menjadi target serangan. Selain itu, dua serangan udara tambahan dilaporkan menghantam kota Qantara dan as-Sawana.

Militer Israel dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa operasi militer kini juga mencakup manuver darat terbatas.

“Dalam beberapa hari terakhir, pasukan IDF dari divisi ke-91 telah memulai operasi darat terbatas dan terarah terhadap benteng-benteng utama Hizbullah di Lebanon selatan, yang bertujuan untuk meningkatkan area pertahanan garis depan,” kata militer dalam sebuah pernyataan.

“Operasi ini merupakan bagian dari upaya untuk membangun pertahanan garis depan, yang mencakup penghancuran infrastruktur teroris dan eliminasi teroris,” tambah pernyataan itu, seperti dikutip oleh Al Jazeera.

banner 336x280