Detikmerdeka.com — Sebuah unggahan yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa pemakaian bra selama berjam-jam dapat meningkatkan risiko kanker payudara hingga 2,3 kali lipat. Informasi ini langsung memicu kekhawatiran publik, khususnya kaum perempuan. Namun, bagaimana fakta medis sebenarnya?
Tidak Ada Bukti Ilmiah Kuat
Sejumlah lembaga kesehatan dunia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan hubungan langsung antara pemakaian bra dengan kanker payudara.
American Cancer Society menyatakan bahwa klaim bra menghambat aliran limfatik sehingga memicu kanker tidak didukung penelitian ilmiah yang valid. Penelitian besar yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention juga menemukan tidak ada perbedaan risiko kanker payudara antara perempuan yang memakai bra lama, sebentar, atau bahkan tidak memakai bra sama sekali.
Faktor Risiko Kanker Payudara yang Sebenarnya
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, faktor risiko utama kanker payudara meliputi:
Faktor genetik dan riwayat keluarga
Usia (risiko meningkat seiring bertambahnya usia)
Ketidakseimbangan hormon
Gaya hidup tidak sehat (merokok, alkohol, obesitas)
Kurang aktivitas fisik
Paparan radiasi
Artinya, pemakaian bra bukan termasuk faktor risiko medis yang diakui.
Mengapa Mitos Ini Masih Beredar?
Pakar kesehatan menyebut informasi tersebut berasal dari teori lama yang tidak pernah terbukti secara ilmiah. Di era media sosial, potongan informasi tanpa konteks sering viral dan menimbulkan kesalahpahaman.
Meski demikian, penggunaan bra yang terlalu ketat atau terlalu lama memang bisa menimbulkan ketidaknyamanan, iritasi kulit, hingga gangguan sirkulasi ringan, namun bukan penyebab kanker.
Pentingnya Deteksi Dini
Tenaga medis menekankan bahwa langkah paling efektif menurunkan risiko kematian akibat kanker payudara adalah deteksi dini, antara lain:
Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin
Pemeriksaan klinis dan mammografi sesuai anjuran usia
Menjaga berat badan ideal dan pola hidup sehat
Jika ditemukan benjolan, perubahan bentuk payudara, atau keluhan lain, masyarakat diminta segera berkonsultasi ke tenaga kesehatan.













