Rapat Pedagang Pasar Cita Berakhir Ricuh
DETIKMERDEKA.COM- Rapat Pedagang yang digelar Perumda Pasar Bitung, Kota Bitung Sulawesi Utara dikantor Pengelola, Wangurer untuk membicarakan rencana operasikan pasar cita modern berakhir dengan kericuhan, pada Jumat 4 Agustus 2023
Hal ini diakibatkan adanya emosi dari para pedagang pasar cita, karena pembicaraan dalam rapat justru tidak fokus pada kepentingan pedagang pasar cita yang terkena relokasi, justeru malah melebar dan tidak sesuai tujuan isi undangan rapat.
Kericuhan diawali karena pedagang menuding upaya penggiringan oleh oknum bukan pedagang berinisial RM alias Renal, yang mengabaikan kepentingan pedagang, dan malah mengalihkan pembicaraan yang bersifat pencitraan, dengan narasi tidak fokus pada kepentingan para pedagang pasar cita.
Hasilnya, para pedagang protes dan meminta supaya rapat fokus pada tujuan yaitu rencana masuknya pedagang pasar cita dilokasi pasar modern yang baru dibangun.
Namun, keinginan pedagang tersebut mendapat penentangan dari pedagang lain, hingga mengakibatkan pedagang pasar winenet dan bukan pedagang pasar cita berinisial HS alias Sia membuat kegaduhan
Dalam video berdurasi 2 Menit yang beredar luas melalui pesan WhatApps dan Akibat kericuhan tersebut, PJs Direktur Utama Perumda Roy Tangkudung sampai menggebrak meja, dan Pjs. Direktur Umum Perumda Dr. Basmi Said melakukan tindakan yang mengusir pedagang pasar winenet dari Organisasi tertentu hingga berujung keributan dan kekacauan. Alhasil Rapat pun dibubarkan lantaran kericuhan tersebut
Menurut salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa oknum RM tersebut terkesan memuja muji Perumda Pasar dan mengabaikan aspirasi pedagang pasar, yang hadir dalam rapat tersebut.
”Bapak itu bicara banyak bacot dan diluar konteks rapat. Ada kesan dia hadir disetting, agar mendukung keinginan pengelola dan mengabaikan kepentingan dan aspirasi pedagang pasar”, sebut pedagang , seperti dilansir dari laman kompas86.id, Minggu (6/8/23)
Berdasarkan keterangan dari salah satu pedagang pasar Cita menyebutkan undangan hari itu jelas untuk membicarakan persoalan relokasi kembali pasar cita. Namun justru yang banyak bicara bukan pedagang pasar cita, namun pedagang pasar Winenet dan Pasar Sagerat, yang mengatas namakan pengurus Organisasi pedagang.
Apalagi oknum tersebut dan beberapa perwakilan hanya bicara pencitraan kepentingan golongannya dan tidak fokus pada persoalan pedagang pasar cita.
“ Rapat ini kan untuk kepentingan kami pedagang pasar cita, lalu kenapa yang banyak bicara bukan pedagang pasar cita, dan mereka juga bukan pedagang. Nanti jika salah ambil keputusan, yang dirugikan adalah kami pedagang pasar cita dan bukan mereka,”masih kata pedagang pasar Cita Wisna (bukan nama sebenarnya) yang enggan disebutkan namanya
Pada bagian lain, sejumlah pedagang pasar cita pusat kota, mengaku sedikit kecewa dengan kebijakan Perumda Pasar.
Sebelumnya, Pedagang pasar basah yang sudah hadir di Perumda Pasar tidak dimasukan dalam pertemuan, padahal kapasitas ruang rapat mencukupi, padahal menurut mereka, pedagang diundang hadir untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Sayangnya mereka dibatasi hanya diwakilkan beberapa orang saja.
” Kami berharap Perumda pasar lebih bijaksana dan transparan. Karena ini kepentingan kami, lalu kenapa pedagang dari pasar lain yang banyak diberikan kesempatan” terang Wisna













