Sehat Jiwa
DETIKMERDEKA.COM- Tahukah Anda apa sebenarnya definisi sehat? Apakah bebas dari penyakit saja bisa disebut sehat?
Menurut Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 yang dimaksud dengan “Kesehatan”adalah adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis”.
Atas dasar definisi Kesehatan tersebut di atas, maka manusia selalu dipandang sebagai satu kesatuan yang utuh (holistik). dari unsur ‘badan atau organobiologik, “jiwa”(psiko-edukatif) dan “sosial” (sosio-kultural), yang tidak dititikberatkan pada “penyakit” tetapi pada kualitas hidup yang terdiri dan “kesejahteraan” dan “produktivitas ekonomi sosial”.
Dan definisi tersebut juga tersirat bahwa “Kesehatan Jiwa” merupakan bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari “Kesehatan” dan unsur utama dalam mewujudkannya kualitas hidup manusia yang utuh.
Menurut Undang-undang No 3 Tahun 1966 yang dimaksud dengan “Kesehatan Jiwa” adalah keadaan jiwa yang sehat menurut ilmu kedokteran sebagai unsur kesehatan, yang dalam penjelasannya disebutkan sebagai berikut:
“Kesehatan Jiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain”.
Makna kesehatan jiwa mempunyai sifat-sifat yang harmonis (serasi) dan memperhatikan semua segi-segi dalam kehidupan manusia dan dalam hubungannya dengan manusia lain.
kesehatan jiwa adalah bagian integral dari kesehatan dan merupakan kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, mental dan sosial individu secara optimal, dan selaras dengan perkembangan orang lain.
Seseorang yang “sehat jiwa” mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Merasa senang terhadap dirinya juga
• Mampu menghadapi situasi
• Mampu mengatasi
kekecewaan dalam hidup
• Puas dengan kehidupannya sehari-hari
• Memiliki harga diri yang wajar
• Menilai dirinya secara realistis, tidak berlebihan dan tidak dibatasi
2. Merasa nyaman berhubungan dengan orang lain serta
• Mampu mencintai orang lain
• Memiliki hubungan pribadi yang tetap
• Dapat menghargai pendapat orang lain yang berbeda
• Merasa bagian dari suatu kelompok
• Tidak “mengakali” orang lain dan juga tidak membiarkan orang lain “mengakali” dirinya
3. Tidak dapat memenuhi persyaratan hidup serta
• Mencapai tujuan hidup yang realistis
• Mampu mengambil keputusan
• Mampu menerima tanggung jawab
• Mampu merancang masa depan
• Dapat menerima ide dan pengalaman baru
• Puas dengan lelahnya













