Menhan Prabowo Dipanggil ke Istana, Laporkan Kemajuan Industri Pertahanan RI

Menhan Prabowo Dipanggil ke Istana, Laporkan Kemajuan Industri Pertahanan RI

DETIKMERDEKA.COM- Menteri Pertahanan Republi Indonesia (Menhan RI), Prabowo Subianto, dikabarkan baru saja bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka pada Senin, (11/7/2023) lalu. Pertemuan tersebut dalam rangka melaporkan perkembangan pertahanan Indonesia belakangan ini.

Seperti dilansir dari laman myprrsident.id, Jumat (14/7/23) sebelumnya, muncul banyak spekulasi soal Jokowi yang memanggil Prabowo ke Istana. Spekulasi tersebut wajar muncul, lantaran keduanya memang belakangan ini sering kali terlihat berdua. Bahkan, tak jarang juga mereka makan bersama.

Presiden Jokowi dinilai sangat intens berkomunikasi dengan Prabowo. Komunikasi tersebut membicarakan berbagai macam hal. Mulai dari pertahanan RI, hingga isu-isu aktual, baik nasional maupun internasional.

Kemajuan industri pertahanan RI

Sebagaimana keterangan persnya, kedatangan Prabowo ke Istana Merdeka tak lain adalah melaporkan situasi dan kondisi terkini pertahanan Indonesia hingga industri pertahanan RI.

“Saya melaporkan beberapa hal di bidang saya, terutama perkembangan di bidang pertahanan, perkembangan dalam industri pertahanan, dan perkembangan hubungan kita dengan beberapa negara di bidang pertahanan, dan juga perkembangan geopolitik cukup bagus perkembangannya,” ujar Menhan Prabowo

Prabowo menjelaskan beberapa kemajuan industri pertahanan RI. Salah satunya laporan kemajuan PT Dirgantara Indonesia (DI) yang makin baik. Menurutnya, PT DI hari ini mampu meningkatkan produksi pesawat CN-235, dari awalnya hanya dua-tiga pesawat menjadi delapan pesawat dalam setahun.

“Sekarang setelah ada revitalisasi, ada reformulasi prosedur kerja, dan sebagainya, sekarang mereka mampu—laporannya PT DI—delapan. Dari yang tadinya dua-tiga setahun, sekarang mereka mampu delapan CN-235 setahun,” ungkap Prabowo 

Prabowo juga menjelaskan, saat ini PT DI tengah menerima banyak permintaan pesawat. Bahkan, katanya, hingga 100 pesawat CN-235. Baik dari negara Afrika, Amerika Latin, dan sebagainya.

“Jadi ini tentunya membesarkan hati kita dan saya dorong terus industri pertahanan kita supaya lebih efisien, lebih produktif, lebih inovatif, dan tidak malu-malu kerja sama dengan siapa pun yang bisa membawa nilai tambah bagi kita,” tegas Menhan 

Selain itu, banyak juga negara-negara yang meminta untuk bisa bekerja sama dengan pertahanan RI. Kerja sama tersebut dalam bentuk pengiriman perwira dan bintara negara lain untuk dilatih di Indonesia.

“Mereka juga minta kita ke negara mereka untuk melatih pasukan mereka. Ini saya kira juga menunjukkan Indonesia terus dihormati dan menjadi panutan banyak negara, terutama negara-negara Afrika,” terang Menhan Prabowo