Xi Jinping Dorong Penguatan Layanan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit di Tiongkok

DETIKMERDEKA – Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan pentingnya memperkuat sistem pelayanan kesehatan nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Langkah tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah Tiongkok dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Lima Tahun ke-15 periode 2026–2030.

Melansir CGTN, Selasa (13/10/2026), arahan tersebut disampaikan Xi dalam pertemuan nasional mengenai kesehatan yang berlangsung di Beijing pada Senin dan Selasa. Dalam kesempatan itu, Xi menekankan bahwa tingkat kesehatan masyarakat merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur kemajuan, kemakmuran, dan kekuatan sebuah negara.

Menurut Xi, pembangunan sektor kesehatan harus diarahkan pada terciptanya layanan medis yang merata, inklusif, berkualitas, serta mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah Tiongkok juga didorong untuk memastikan kebijakan di berbagai sektor mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan publik.

Xi menilai pendekatan pencegahan penyakit perlu mendapatkan perhatian lebih besar dibandingkan sekadar penanganan setelah seseorang jatuh sakit. Strategi tersebut dinilai lebih efektif dalam menekan risiko kesehatan sekaligus mengurangi beban biaya pelayanan medis.

Sebagaimana diberitakan CGTN, Xi meminta penguatan sistem pencegahan dan pengendalian penyakit, termasuk meningkatkan kemampuan negara dalam mengantisipasi potensi wabah berskala besar. Upaya itu juga mencakup edukasi masyarakat agar lebih memahami pentingnya pola hidup sehat dan memiliki kesadaran untuk menjaga kondisi kesehatannya secara mandiri.

Di sisi pelayanan medis, Xi mendorong pembenahan distribusi fasilitas kesehatan sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan yang memadai tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Peningkatan kualitas pengobatan dan pengalaman pasien juga menjadi bagian dari agenda reformasi sektor kesehatan Tiongkok.

Selain memperluas akses pelayanan, pemerintah Tiongkok akan memperkuat penelitian dan inovasi di bidang medis. Pengembangan pengobatan tradisional Tiongkok turut menjadi perhatian, dengan tetap mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan modern.

Xi juga menyoroti pentingnya koordinasi antara penyelenggara layanan kesehatan, sistem asuransi medis, dan industri farmasi. Integrasi ketiga sektor tersebut dinilai diperlukan untuk membangun sistem kesehatan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Penguatan sumber daya manusia tidak luput dari perhatian. Xi menyerukan peningkatan pendidikan dan pelatihan tenaga medis profesional guna memastikan tersedianya tenaga kesehatan berkualitas dalam mendukung pelayanan publik.

Dalam laporannya, CGTN menyebutkan bahwa Tiongkok telah melakukan sejumlah pembenahan besar di sektor kesehatan sejak Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-18 pada 2012. Kebijakan tersebut mencakup perluasan layanan medis, penguatan sistem pengendalian penyakit, pengembangan pengobatan tradisional, serta peningkatan perlindungan kesehatan masyarakat.

Berbagai langkah tersebut menjadi fondasi bagi pemerintah Tiongkok untuk melanjutkan Inisiatif Tiongkok Sehat melalui pembangunan sistem pelayanan yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap tantangan kesehatan pada masa mendatang.
Tidak hanya berfokus pada kebutuhan domestik, Xi juga menegaskan komitmen Tiongkok untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang kesehatan. Kolaborasi dengan negara lain dipandang penting dalam menghadapi berbagai ancaman kesehatan global, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia.

Melalui agenda pembangunan kesehatan periode 2026–2030, pemerintah Tiongkok menargetkan kemajuan signifikan dalam pemerataan akses layanan medis, penguatan sistem pencegahan penyakit, serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.