Don Muzakir: Harga BBM Rp15.000 Buka Harapan Baru bagi Nelayan

DETIKMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan harga khusus bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp15.000 per liter bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan yang mengoperasikan kapal berukuran 30 hingga 200 gross ton (GT).

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menekan biaya operasional nelayan yang selama ini meningkat akibat tingginya harga BBM.

Penurunan biaya produksi dinilai dapat membantu menjaga aktivitas perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurut Don Muzakir, keputusan pemerintah menunjukkan perhatian terhadap masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari sektor pangan, terutama nelayan.

“Kami mengapresiasi langkah cepat Presiden Prabowo yang mendengar langsung kesulitan yang dihadapi nelayan. Biaya BBM selama ini menjadi salah satu beban terbesar dalam operasional melaut. Dengan adanya harga khusus ini, beban mereka akan jauh berkurang,” kata Don Muzakir.

Ia menilai penurunan harga BBM dari sekitar Rp21.300 menjadi Rp15.000 per liter akan membuat biaya operasional lebih efisien. Kondisi tersebut diperkirakan mendorong nelayan kembali aktif melaut karena beban pengeluaran menjadi lebih ringan.

Aktivitas penangkapan ikan yang meningkat juga diyakini akan berdampak pada bertambahnya hasil tangkapan. Pasokan ikan di pasar diharapkan tetap terjaga sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Don Muzakir mengatakan manfaat kebijakan itu tidak hanya dirasakan nelayan. Dampaknya juga akan menggerakkan perekonomian di kawasan pesisir.

Pendapatan nelayan berpotensi meningkat seiring turunnya biaya operasional. Kondisi tersebut akan ikut mendorong aktivitas pelaku usaha pengolahan hasil laut, pedagang ikan, jasa distribusi, hingga usaha kecil yang bergantung pada sektor perikanan.

“Kebijakan ini bukan hanya membantu nelayan, tetapi juga menjaga roda ekonomi di wilayah pesisir tetap bergerak. Jika nelayan bisa melaut dengan biaya yang lebih ringan, maka produksi ikan meningkat, distribusi lancar, dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Don Muzakir juga mendukung langkah pemerintah yang menyiapkan mekanisme pengawasan dalam penyaluran BBM harga khusus. Menurutnya, pengawasan yang baik menjadi kunci agar program berjalan sesuai tujuan dan tidak disalahgunakan.

Ia berharap bantuan tersebut benar-benar diterima oleh nelayan yang berhak sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.

“Tani Merdeka Indonesia mendukung penuh pengawasan yang dilakukan pemerintah. Program yang baik harus dijaga bersama agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Don Muzakir menambahkan, perhatian pemerintah terhadap sektor perikanan merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Selama ini pemerintah juga menjalankan berbagai program untuk mendukung sektor pertanian, mulai dari perbaikan distribusi pupuk, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga perlindungan harga hasil panen.

Menurutnya, sektor pertanian dan perikanan memiliki peran yang sama penting dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Karena itu, kedua sektor tersebut perlu mendapatkan dukungan yang seimbang.

“Kami melihat Presiden Prabowo memiliki komitmen yang sama kuatnya terhadap petani dan nelayan. Keduanya merupakan pilar utama ketahanan pangan Indonesia. Karena itu, kebijakan seperti ini patut didukung agar kesejahteraan masyarakat pesisir terus meningkat dan cita-cita mewujudkan kemandirian pangan nasional dapat tercapai,” tutup Don Muzakir.[]