Pertamax Makin Mahal, Ini Daftar Mobil yang Masih Aman Pakai Pertalite di 2026

DETIKMERDEKA – Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pemilik kendaraan mulai mencari alternatif bahan bakar yang lebih ekonomis. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan Pertalite (RON 90), terutama bagi pemilik mobil dengan kapasitas mesin kecil hingga menengah.

Namun, penggunaan Pertalite tidak bisa dilakukan sembarangan. Selain mempertimbangkan kapasitas mesin, pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan rasio kompresi agar proses pembakaran tetap optimal dan performa mesin tetap terjaga. Secara umum, Pertalite direkomendasikan untuk kendaraan dengan rasio kompresi sekitar 9:1 hingga 10:1.

Di segmen mobil perkotaan dan LCGC, terdapat sejumlah model yang masih dinilai cocok menggunakan Pertalite. Beberapa di antaranya adalah Suzuki Ignis, Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Daihatsu Sirion, Honda Brio Satya, Suzuki S-Presso, hingga Datsun GO dan GO+. Mobil-mobil tersebut dikenal memiliki kapasitas mesin yang relatif kecil serta biaya operasional yang efisien.

Untuk kebutuhan keluarga, pilihan mobil yang masih kompatibel dengan Pertalite juga cukup beragam. Toyota Calya, Daihatsu Sigra, Daihatsu Gran Max Minibus 1.3L, Datsun Cross, hingga Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia bermesin 1.3 liter masih menjadi opsi yang banyak dipilih karena menawarkan kombinasi antara kapasitas penumpang dan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Sementara di segmen SUV kompak, Toyota Raize dan Daihatsu Rocky dengan mesin 1.2 liter maupun 1.0 turbo masih masuk kategori kendaraan berkapasitas kecil. Meski demikian, untuk varian turbo, penggunaan BBM dengan oktan lebih tinggi tetap lebih disarankan guna menjaga performa dan kesehatan mesin dalam jangka panjang.

Kia Seltos 1.4 Turbo juga termasuk salah satu SUV yang kapasitas mesinnya masih berada di bawah 1.400 cc. Namun seperti halnya kendaraan turbo lainnya, penggunaan Pertamax atau BBM beroktan lebih tinggi dinilai lebih ideal untuk mendapatkan performa maksimal.

Di tengah meningkatnya biaya operasional kendaraan, pemilihan bahan bakar yang sesuai spesifikasi pabrikan menjadi langkah penting. Selain lebih hemat, penggunaan BBM yang tepat juga membantu menjaga umur mesin dan mengurangi risiko kerusakan akibat pembakaran yang tidak sempurna.