DETIKMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto meninjau fasilitas pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) Banyumas, Jawa Tengah, pada Selasa, 29 April 2026.
Presiden Prabowo melihat langsung proses pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Produk yang dihasilkan antara lain genteng dan paving block.
Dalam tayangan video YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo terlihat mengamati hasil olahan sampah plastik. Produk tersebut sudah digunakan sebagai material fasilitas umum di daerah tersebut.
Presiden Prabowo beberapa kali memegang produk tersebut. Ia mendengarkan penjelasan petugas tentang ketahanan dan proses produksinya.
Petugas menjelaskan alur pengolahan sampah secara lengkap. Proses dimulai dari pemilahan hingga menjadi produk akhir yang siap digunakan atau dipasarkan.
Presiden Prabowo juga melihat hasil olahan sampah organik. Produk yang ditampilkan antara lain pelet organik untuk pakan ikan.
Selain itu, ada maggot dalam kondisi kering dan hidup. Produk ini dimanfaatkan sebagai pakan ternak dengan kandungan protein tinggi.
Fasilitas TPST BLE Banyumas berada di Desa Wlahar Wetan. Tempat ini menjadi salah satu pusat pengolahan sampah modern di daerah tersebut.
Kapasitas pengolahan mencapai 75 ton sampah per hari. Sampah yang diolah berasal dari berbagai TPST di wilayah Kabupaten Banyumas.
Sistem pengolahan menggunakan teknologi pemilahan otomatis. Proses ini membantu mempercepat dan meningkatkan efisiensi pengolahan.
Salah satu metode yang digunakan adalah One Day Process. Sistem ini memastikan sampah yang masuk langsung diproses dalam satu hari.
Metode ini mencegah penumpukan sampah di area kerja. Lingkungan fasilitas tetap terjaga dan lebih tertata.
Pengelolaan ini juga mengarah pada target Zero Waste to Landfill. Artinya, sampah tidak lagi dibuang ke tempat pembuangan akhir.
TPA didorong menjadi pusat produksi barang bernilai ekonomi. Sampah diolah kembali menjadi produk yang bisa dimanfaatkan.
Selain genteng dan paving block, fasilitas ini menghasilkan bahan bakar alternatif. Produk tersebut berupa Refuse-Derived Fuel (RDF) dan Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP).
Bahan bakar ini digunakan sebagai campuran batu bara. Pemanfaatannya untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan industri semen.[]













