DETIKMERDEKA – Serangkaian ledakan keras mengguncang wilayah Dubai pada Senin malam hingga dini hari Selasa. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00–19.00 waktu setempat dan berlangsung hingga sekitar pukul 01.00–02.00, sebagaimana dilaporkan oleh Al Jazeera melalui jurnalisnya, Zein Basravi.
“Serangan-serangan ini tampaknya semakin mendekat, semakin keras suaranya, dan salah satunya menghantam kapal tanker minyak di lepas pantai perairan Dubai,” ujar Basravi, dilansir dari Al Jazeera.
Ia juga menggambarkan situasi di lapangan yang semakin tegang. “Orang-orang tampaknya kembali siaga tinggi di sini… Anda bisa mendengar jet-jet militer berpatroli di langit di atas kepala,” tambahnya, dilansir dari Al Jazeera.
Sementara itu, berdasarkan data dari Lloyd’s List Intelligence, pihak KPC menyatakan bahwa proses penilaian terhadap kerusakan kapal tanker masih berlangsung. Perusahaan tersebut merupakan induk dari pemilik terdaftar sekaligus operator komersial kapal tanker Al Salmi.
Menurut data pelacakan dari Lloyd’s dan TankerTrackers, kapal tanker tersebut mengangkut sekitar dua juta barel minyak yang berasal dari Kuwait dan Arab Saudi. Lloyd’s mencatat tujuan pengiriman minyak itu adalah Qingdao, Tiongkok.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait penyebab ledakan maupun dampak keseluruhan dari insiden tersebut.













