DETIKMERDEKA – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya tidak akan memulai konflik militer, namun siap memberikan respons tegas apabila kepentingan strategisnya menjadi target serangan.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Al Jazeera pada 28 Maret 2026, Pezeshkian menyampaikan bahwa Iran selama ini konsisten tidak melakukan serangan pendahuluan. Meski demikian, ia menekankan bahwa setiap ancaman terhadap infrastruktur vital maupun pusat ekonomi nasional akan dibalas dengan keras.
“Kami telah berkali-kali mengatakan bahwa Iran tidak melakukan serangan pendahuluan, tetapi kami akan membalas dengan keras jika infrastruktur atau pusat ekonomi kami menjadi sasaran,” ujar Pezeshkian.
Lebih lanjut, Pezeshkian juga memperingatkan negara-negara di kawasan Timur Tengah agar tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh Iran untuk melancarkan serangan dari wilayah mereka.
“Kepada negara-negara di kawasan ini: Jika Anda menginginkan pembangunan dan keamanan, jangan biarkan musuh-musuh kita melancarkan perang dari tanah Anda,” tambahnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya tensi geopolitik di kawasan, di tengah kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik yang dapat melibatkan lebih banyak negara di Timur Tengah. Pemerintah Iran menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas, sembari tetap mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasionalnya.













