DETIKMERDEKA – Presiden terpilih RI sekaligus Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, menyoroti ketangguhan Iran dalam menghadapi tekanan internasional, khususnya sanksi ekonomi dan embargo yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sebuah pertemuan tertutup yang digelar di Hambalang pada Selasa, 17 Maret 2026. Diskusi itu turut membahas dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam tayangan kanal YouTube Metro TV, Prabowo menilai Iran telah mempersiapkan diri secara panjang dalam menghadapi potensi konflik. “Harus kita akui, Iran itu persiapannya lama. Mereka sudah siap perang ini sudah puluhan tahun,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa sanksi dan embargo yang berlangsung selama 47 tahun tidak melemahkan Iran, melainkan mendorong negara tersebut menjadi lebih mandiri. “47 tahun diembargo loh. 47 tahun dikasih sanksi, bertahan dia,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Iran tidak tinggal diam selama menghadapi tekanan internasional. Ia menilai negara itu justru memanfaatkan situasi tersebut untuk memperkuat kapasitas internal, termasuk di bidang pertahanan.
“Jadi 47 tahun dia bukan diam, dia benar-benar persiapan. Karena yakin itu akan pasti terjadi,” tambahnya.
Selain itu, Prabowo juga menyoroti kemampuan ofensif Iran. Ia menilai negara tersebut tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk melakukan serangan balasan ketika mendapat tekanan militer.
Pernyataan ini, menurut Prabowo, menjadi pelajaran penting bagi Indonesia dalam membangun kemandirian pertahanan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Diskusi tersebut memperlihatkan pandangan Prabowo mengenai pentingnya kesiapan jangka panjang dan penguatan kemampuan domestik sebagai bagian dari strategi menghadapi dinamika keamanan internasional.













