DETIKMERDEKA – Upaya mempercepat digitalisasi ekonomi rakyat terus didorong pemerintah. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan sistem satu data terintegrasi berbasis digital bernama Sapa UMKM untuk menghubungkan puluhan juta pelaku usaha dalam satu ekosistem layanan terpadu.
Platform Sapa UMKM dirancang sebagai pusat layanan digital yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan pelaku usaha, mulai dari pembiayaan, pelatihan, hingga akses pasar. Sistem ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan berbasis teknologi.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai pengelolaan UMKM dalam skala nasional tidak lagi efektif jika dilakukan secara konvensional, mengingat jumlah pelaku usaha yang sangat besar.
“Saya mau mengurusi ada 50 jutaan UMKM di Indonesia apakah dengan metode konvensional itu bisa? Tidak mungkin bisa. Satu-satunya cara adalah dengan mengoptimalkan dan memanfaatkan teknologi digital,” ujar Maman.
Sapa UMKM akan dikembangkan dalam bentuk super apps yang menghimpun beragam layanan dalam satu pintu. Fitur yang disiapkan meliputi akses pembiayaan, pendidikan dan pelatihan, perluasan pasar, peningkatan produktivitas, hingga pusat informasi program pemerintah.
Dalam pengembangannya, Kementerian UMKM menggandeng Indonesian Open Network (ION) yang memiliki pengalaman membangun sistem serupa di India dan sejumlah negara lain. Model jaringan terbuka tersebut dinilai berhasil mempercepat pemberdayaan UMKM melalui integrasi digital.
Secara teknis, pengembangan platform ini disebut sudah hampir rampung dan ditargetkan bisa segera dimanfaatkan pelaku usaha dalam waktu dekat.
Dari sisi jangkauan, pemerintah menargetkan sekitar 57 juta UMKM di Indonesia dapat terdata dan terintegrasi secara bertahap ke dalam sistem. Melalui platform tersebut, pelaku usaha juga bisa mengakses layanan legalitas, perizinan, pembiayaan perbankan maupun swasta, serta program peningkatan kapasitas usaha.
Selain itu, sistem akan mencatat riwayat pelatihan pelaku UMKM sehingga pemerintah dapat memetakan kebutuhan pengembangan secara lebih presisi.
Sapa UMKM juga dirancang terhubung dengan ekosistem digital yang sudah ada, termasuk Pasar Digital UMKM (PaDi UMKM) untuk memperluas promosi produk.
“Pelaku UMKM bisa mempromosikan produknya di sini. Jika semua masuk ke sistem Sapa UMKM, manfaat promosinya besar sekali, termasuk akses dari jaringan luar negeri,” kata Maman.
Digitalisasi melalui Sapa UMKM diharapkan menjadi pengungkit baru ekonomi rakyat, sekaligus mempercepat transformasi UMKM agar lebih kompetitif di pasar domestik maupun global.













