Perlukah Dreambook Dalam Kehidupan

Perlukah Dreambook Dalam Kehidupan 

DETIKMERDEKA.COM,- Parameter keberhasilan seseorang untuk mengukur tercapainya suatu  Dream Book (keinginan yang besar yang harus dicapai melalui suatu proses dan perjuangan) dapat dilihat dari berbagai sisi yaitu K4S ( Keuangan, Kesehatan, Kemasyarakatan, Keluarga Barokah dan Spiritual), hal tersebut dapat dirasakan pada saat manula (bad, not bad atau happy),

Prosesnya antara lain :

1. Proses I diumur 30-40 dari sisi keuangan, sebaiknya sudah punya/bisa memenuhi kebutuhan hidup : sandang papan, pangan, kendaraan untuk keluarga, keuangan yang mapan serta  alternatif penghasilan/bisnis sampingan, dimana income tidak  hanya dari satu sumber

Tidak kalah penting masalah kesehatan, dianjurkan sudah faham dan  mempraktekan pola hidup sehat, mengupayakan jangan sampai konsumsi obat rutin,  4 sehat 5 sempurna/olah raga minum air putih makan sayur buah lauk pauk susu), salah satu dreambooknya antara lain menghadiri pernikahan cucu.

Kehidupan bermasyarakat juga sangat penting, agar kita bisa terus memiliki rasa empati, simpati peduli dan toleransi, sebaiknya sudah  pernah menjadi pengurus RT, RW, ataupun organisasi sosial di masyarakat tapi bukan di kantor/sekolah.

Begitu pula dari sisi keluarga barokah, disarankan  sudah memiliki keturunan minimal 3 anak, sudah diceritakan dikenalkan Trah siapa kakek, nenek, pakde bude om tante sepupu keponakan, dan untuk pendidikan anak kita SD sudah bisa baca Al Qur’an, SMP sudah qatam Al Qur’an, adapun  jumlah keturunan tergantung kemampuan,  jika belum memiliki anak bisa mengadopsi baik dari saudara ataupun panti. 
Yang belum menikah sebaiknya dicarikan jodoh oleh orang tua/saudara saudaranya.

Khusus untuk sprititual, sebaiknya umat Islam sudah umroh, DP haji, qatam Al Qur’an baik arab maupun latin lebih 2x, mengerti  arti bacaan sholat, biasa sholat dhuha dan tahajud pada kondisi khusus, sudah bisa kultum, sudah membaca 9 ilmu ilmu agama islam : ilmu Tauhid, Aqidah, Fiqih, Ulumul Qur’an, Hadist, Sirah nabi, Tajwid,  Akhlaqul Qarimah, Harta dan Faraidh.
Diproses ini dituntut komitment  peran dan support pasangan suami istri

2. Proses II Umur 40-50 :

Jika proses I benar dan dream book tercapai, tingkatannya sudah expert, namun apabila diumur tersebut belum tercapai maka segera mungkin dikejar diperiode ini, maksimalkan otak kanan, EQ,  SQ,  training Softskill serta  ikhtiar bumi dan Ikhtiar langit.

3. Proses III Umur 50-60 :

apabila memungkinkan kejar terus dream book sesuai kebutuhan, jika tidak memungkinkan nikmati hasilnya. Bila proses I & II benar dan dream book tercapai, tingkatannya berarti Excelent

4. Proses IV Umur 60 keatas, jika semua proses berjalan dengan baik tingkatannya Motivator,  apapun kondisi kita jika sudah diatas 60 th maka harus di terima dan disyukuri apapun hasilnya happy atau bad atau not bad, namun tetap harus mengisi kehidupan dengan aktifitas/kegiatan/hobby yang bermanfaat dan disesuaikan situasi kondisi, yang tidak kalah penting tetap menuntut dan menambah ilmu agama, mempraktekan dan mendakwahkan

Hal lain yang perlu dipahami :
a. Yang pasti walaupun sudah tua real kehidupan tetap butuh sandang pangan papan kendaraan kesehatan, olah raga, sedekah, dan tetap boleh/bisa memberi hadiah ke anak, cucu cicit juga panti asuhan, di mana uang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang,  uang tidak bisa dibawa mati tapi uang bisa merubah hukuman mati. Begitu juga kalau kita bekerja jangan mencari uang tapi jadikanlah uang mencari kita sehingga kita punya pohon uang.

b. Dari segi spiritual bahwa rezeki bisa datang dari 8 penjuru.

c. Catatan dari ilmu psikology umumnya wanita lebih panjang umur biasanya lebih bisa menerima kenyataan, sedangkan pria terkadang  kurang bisa menerima tekanan hidup dan rasa kecewa.

d. Ada juga pendapat bahwa ukuran seseorang sukses jika mampu menjadikan  anak anaknya berhasil dan sukses, artinya  jika kita dianggap sukses maka  orang tua kitalah yang berhasil mendidik kita serta pasangan kitalah yang berhasil mensupport sebagai pendamping istimewa.

Berikut referensi dalam atau untuk mengejar dream book :

1. Robert Kysaki membagi manusia menjadi 4 kwadrant yang terkenal dengan istilah BESI :

a.B/bisnis owner :orang yg memiliki perusahaan yang memiliki SOP, mereka bukan bekerja untuk uang tapi dibuat agar uang bekerja untuk mereka.

b. E/employee/pegawai : orang yang bekerja rutinitas untuk orang lain
c. S/self Employee : orang yang bekerja untuk dirinya, contoh: penulis, psikolog tukang urut, pedagang, pengacara, jasa, bengkel, ,dokter dll

d. I/Investor : apa saja punya tinggal tunjuk tunjuk saja . Punya pohon duit.
Penjelasan :
a. Kuadrant  E & S secara umum dan kebiasaan  bekerja dengan otak Kiri, sedangkan B & I secara umum dan kebiasaan bekerja dengan otak kanan. Tetapi secara khusus semua kuadrant bisa dengan otak kiri maupun kanan. Pengusaha pakai otak kiri, tetap bisa berjalan hanya lambat/kurang maju, sebaliknya  pegawai pakai otak kanan, secara cepat bisa menjabat bahkan top management.

b. Ciri otak kanan (take risk, dare to chalange, available for start, make dream book, everything to target, Dinamis ,Struggle)

Contoh pelajaran waktu disekolah :
Otak Kiri : gambar bebas (pegunungan, sawah, bebek menghadap ke kiri)

kalimat : ibu ke pasar membeli sayuran dan ikan
Otak kanan : gambar bebas (senjata, mobil, kapal, gedung)
Kalimat : Ibu kepasar menjual ikan dan sayuran

2. Referensi dari ilmu spiritual dapat dijabarkan bahwa keberhasilan seseorang tergantung dari  keberuntungan yang nilainya 90%. Dimana dan  kapan kita dapat keberuntungan, yaitu melalui ikhtiar bumi dan ikhtiar Langit

@.ikhtiar bumi /EQ /hub horizontal yaitu hubungan  manusia untuk mencapai  dream book yaitu (Ide/2,5%, kerja keras 5%, skill/motivasi 2,5% total 10%)

b. Ikhtiar langit/SQ/hubungan vertikal yaitu  hubungan manusia dengan Allah (doa, zikir sedekah, rukun iman, Islam)
c. Jika manusia sudah maksimal melaksanakan ikhtiar bumi dan langit, maka Allah akan memberikan Keberuntungan sebagai realisasi dream book

C. Secara khusus bahwa semua orang hidup hrus punya keinginan yang besar (Dream book) jika belum punya maka segera buat dream book dan dapat dicontoh dari ahli dibidangnya, jadi tergantung  jenis dream book yang akan dicapai,  contoh dikalangan muda yaitu Ipho Santoso (walaupun menjadi pegawai tapi juga mampu menjadi motivator, pembicara dan usahanya cukup banyak)

Mari kita ukur sendiri (instropeksi diri) saat ini kita sudah umur berapa, bagaimana kondisi K4S kita. Mana dreambook yg harus gugur, mana yang baru atau yang  masih harus dikejar.

Semoga kita bisa menjadi orang yang sukses bahagia barokah dan berakhlaq mulia
Aamiin YRA.

Tangsel 10 Maret 2024

Oleh : Bowie ( eks manajemen Harian Umum Pelita)