Konstelasi Politik dan Peluang Prabowo Menang Presiden di 2024
DETIKMERDEKA.COM- Pada beberapa bulan terkhir pergumulan politik tanah air jelang Pilpres 2024 disuguhi kejutan-kejutan menarik dari aktor-aktor politik yang bermanuver. Paling tidak ada dua peristiwa politik yang tidak biasa atau cukup penting untuk dicermati.
Pertama PDIP resmi mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai Capres sehari sebelum hari Raya Idul Fitri 1444H/21 April 2023 pengumuman tersebut di luar dugaan semua pihak. Peristiwa politik yang kedua adalah naiknya suara Prabowo Subianto dan menurut survei, Prabowo berada pada peringkat pertama menyalip suara Ganjar Pranowo, sedangkan suara Anies Baswedan cenderung stagnan, bahkan bisa dikatakan suaranya menurun.
Oleh sebab itu dua peristiwa politik tersebut, suka atau tidak mengakibatkan terjadi perubahan konstelasi politik khususnya perubahan sikap partai-partai politik yang selama ini sudah menjalin koalisi. Sebut saja PPP, Golkar dan PAN yang sudah berada pada barisan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), namun tanpa meninggalkan KIB
PPP sebagaimana PDIP resmi mengusung Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024, bahkan lebih jauh PPP langsung bekerjasama politik dengan PDIP. Apa yang dilakukan PPP pasti akan mengubah peta politik dan mengubah presepsi konstetuennya dalam arah politik di 2024.
Ada banyak pihak yang meramalkan Pilpres 2024 hanya diikuti tiga bakal pasang Capres, setidaknya ada tiga bakal Capres 2024 yang kini sudah terlihat secara terang benderang yang sudah dideklarasikan ikut kontestasi Pilpres 2024, yaitu Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan
Meski demikian tidak menutup kemungkinan bisa ada empat bakal Capres, tapi kemungkinan kecil itu terjadi, karena dilihat secara realistis politik tiga nama tadi yang memiliki elektabilitas teratas dalam survei-survei kredibel menyebutkan demikian di banding tokoh-tokoh lain.
Jika ketiga Capres yang sudah diumumkan itu tidak ada aral melintang, mulus sampai resmi ditetapkan KPU Oktober mendatang. Sepertinya Pemilu akan sedikit mengurangi ketegangan, di bandingkan dengan dua Pemilu sebelumnya, telah terjadi polarisasi yang sangat tajam di masyarakat.
Komposisi tiga kontestasi itu merupakan wakil arus suara berbeda-beda, para pengamat menyebut Ganjar Pranowo bisa disebut mewakili arus nasionalis, Anies Baswedan mewakili kelompok Islam, dan Prabowo Subianto mewakili arus suara kelompok moderat atau tengah, meski demikian ketiga kandidat tersebut di dalamnya memiliki irisan agama dan nasionalis pula, sehingga bila terjadi tiga pasang calon akan sedikit lebih cair dalam arena politik nanti.
Bila terjadi hanya tiga pasang calon, atau dua pasang Capres pun, banyak pengamat mengatakan peluang Prabowo Subianto sangat besar diprediksi menang, setidaknya dalam survei teranyar dua lembaga survei sudah menyebut itu. Mengapa demikian, karena suara Prabowo Subianto terdistribusi besar dari kelompok nasionalis maupun Islam, terutama dari arus kelompok Islam tradisional bahkan mendapat distribusi dari para pendukung Jokowi. Begitulah keuntungan menjadi arus tengah, di bandingkan dengan suara yang hanya mewakili kelompok identitas tertentu.
Lebih jauh jika nanti pertarungan Pilpres 2024 Prabowo vs Ganjar misalnya, suara Anies sudah dipastikan akan lari ke Prabowo, karena memiliki irisan di dalamnya, pun demikian jika Prabowo vs Anies, suara Ganjar akan memenuhi suara Prabowo, karena memiliki irisan yang sama, terutama dukungan dari Jokowi untuk Prabowo, terlebih PDIP tak memiliki irisan ideologi dengan PKS yang mengusung Anies, sehingga kemungkin kecil suara Ganjar lari ke Anies.
Ala kulli hal, Prabowo Subianto menjadi kandidat yang paling menyulitkan Ganjar maupun Anies untuk menang, karena Prabowo Subianto memilki suara jalan tengah itu, suara Prabowo diprediksi mendapat disdtribusi paling besar dari kantong-kantong suara Anies maupun Ganjar itu sendiri, bahkan kemungkinan besar suara massa mengambang akan banyak lari ke Prabowo dan yang lari ke Ganjar tak sebesar ke Prabowo.
Karena bagaimana pun kenaikan Partai Gerindra dalam beberapa survei mutakhir suaranya melesat di urutan kedua setelah PDIP, jauh meninggalkan Partai Golkar, suka atau pun tidak, suara Partai itu sangat penting dalam mendongkrak suara di Pilpres.
Kenaikan suara Gerindra tersebut mengindikasikan salah satu variable dari sekian variable lain, oleh karenanya prediksi peluang Prabowo Subianto menang Pilpres di 2024 sudah terlihat dari data-data dan analisa-analisa para pengamat
Oleh : Raden AS Zarkasih (Aktivis dan Akademisi NU)






