Tsunami Minyak Goreng Rakyat kembali Mulai Terjadi.
DETIKMERDEKA.COM- Per hari ini minyak goreng rakyat dengan merek “minyak kita” kembali memberikan tsunami pada rakyatnya, karena telah menyentuh harga jauh di atas HET (Harga Eceran Tertinggi)
“ Lagi lagi penyebabnya adalah kurangnya pemenuhan kewajiban DMO (Domestic Market Obligation) oleh para produsen minyak goreng dalam negeri. Karena mereka terlalu fokus mengejar target kuota ekspor sebesar 5,9 juta ton, sehingga cenderung kewajiban DMO untuk kebutuhan rakyat kurang terperhatikan”, papar Nandang Sudrajat , selaku Sekjend DPP PAPERA memberikan keterangannya kepada detikmerdeka, Minggu (29/1/23)
Sebenarnya kekhawatiran ini sudah di sampaikan pada tanggal 17 Desember 2022, tahun lalu, agar semua pihak sama sama mewaspadai. Karena mulai minggu ke dua Desember sesungguhnya migor merk “minyak kita” sudah mulai sulit diperoleh pedagang pasar.
“Waktu itu ada alasan karena kegiatan ekspor sudah selesai, maka kewajiban DMO pun kuotanya sudah habis,” imbuhnya
Ok! lah, waktu pertengahan Desember alasan itu masih bisa diterima, meski terdengar aneh. Kenapa aneh?? Karena harusnya kalau kegiatan eskpor selesai bukan berarti kewajiban pemenuhan dalam negeri selesai hanya karena patokan DMO. “ Artinya, bisa saja proyeksi DMO 30%, adalah proyeksi yang tidak valid atau kurang perhitungannya,” cetus Haji Nandang sapaan akrabnya
Saat ini manakala kegiatan ekspor sudah berjalan lagi, harusnya kuota DMO minyak rakyat kembali mudah diperoleh. Ini malah naik signifikan di atas HET.
Memang minggu kemarin pemerintah, dengan para produsen minyak goreng sudah mengadakan rapat membahas persoalan mulai kembali langkanya minyak goreng untuk rakyat
“ Menurut Dirjen PKTN, para produsen berjanji, bahwa seminggu ke depan akan membanjiri pasaran. Ini sebuah janji yang aneh bin ajaib, mereka baru menyatakan siap kalau sudah dipanggil pemerintah. Apakah memang harus terus demikian, di mana tanggung jawab sosial mereka bagi kepentingan bangsa, negara dan rakyat,” cetus Haji Nandang
Menurutnya kembali, “ Kita berdoa mudah mudahan seminggu lagi minyak goreng kembali normal, sesuai janji para produsen minyak goreng, jangan sampai rakyat yang masih belum pulih daya belinya kembali ditimpa oleh naiknya beberapa kebutuhan pokok penting lainnya,” kata Haji Nandang

“ Setelah beras, telor, ayam dan lain lain, yang terus terjadi silih berganti, seperti festival satu sama lain tidak mau kalah berunjuk kemampuan. Apakah karena kurang pasokan, atau kelalaian kita??,” terang Haji Nandang












