DETIKMERDEKA.COM- Pedagang pasar cenderung terus menjadi korban saat program revitalisasi dilakukan oleh Pihak Ke 3 atau habis masa BOT pihak ke 3 terhadap pengelolaan pasar.
Titik krusial pada saat habis masa BOT, ada dua kebiasaan yang kerap terjadi, yaitu pasar kembali direvitalisasi meski bangunan masih layak dipakai atau terjadi perebutan hak pengelolaan antara pengembang dengan pemilik lahan. Dalam kondisi seperti itu, biasanya yang terjadi kerap yang dirugikan tetap pedagang.
Kaitan akan habisnya masa BOT Pasar Antri Cimahi Jabar, Sekjen DPP PAPERA, H Nandang Sudrajat, ketika turun ke pasar, Rabu (11/1/23) pagi, banyak memperoleh keluhan atas pengelolaan yang sepertinya cukup baik di bagian depan, padahal dibagian belakang pasar terlihat kumuh dan becek di mana mana.
Hal itu disebabkan oleh drainase pasar dibiarkan tidak lancar, sehingga mengakibatkan bau busuk menyengat ke lingkungan sekitar, yang merupakan komplkes TNI satuan Arhanud dan Infantri Kodam III Siliwangi, kondisi demikian, dikeluhkan oleh warga komplek dari dua kesatuan TNI tersebut.
” Sepertinya pengelola tidak memiliki sistem pengelolaan dan perhatian atas sampah Pasar yang terkadang dibiarkan menumpuk berhari hari tidak segera di buang ke TPA,” ucap Nandang.
Harapan, temuan dan keluhan yang disampaikan para pedagang, kepada Sekjen DPP PAPERA saat melakukan monitoring dan evaluasi jaringan, antara lain, rendahnya nilai transaksi pasca Covid, pengelola yang kurang profesional.
Kaitan dengan akan berakhirnya masa pengelolaan oleh pengembang, diharapkan PAPERA atau APPSI bisa menjadi pengelola.
” Dengan pertimbangan, diyakini PAPERA atau APPSI dalam melakukan pengelolaan akan lebih bertanggung jawab terhadap kondisi pasar, baik fisik maupun tentang bagaimana meramaikan pasar dari pengunjung,” ujarnya
Menerima laporan tersebut, H Nandang berjanji akan membantu mencari solusi terbaik, salah satunya dengan langsung melalukan koordinasi dengan Para Pejabat satuan Arhanud untuk berdiskusi tentang beberapa keluhan yang disampaikan pedagang.
” Hasil koordinasi, alhamdulillah pada siang harinya dengan didampingi oleh Ketua DPC PAPERA Kota Cimahi, dan H Subarkah anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Cimahi, bertemu dengan pejabat Arhanud di Cafe Kaedanan Rasa.,” tandas Nandang
BOT Pasar Antri akan Berakhir, Satuan Arhanud Minta PAPERA Menjadi Pengelola Pasar
Kaitan akan berakhirnya BOT pengelolaan Pasar Antri Cimahi yang berdiri di atas lahan milik Kodam III Siliwangi, dalam hal ini Satuan Arhanud, berharap PAPERA atau APPSI bisa melanjutkan pengelolaan Pasar Antri Cimahi
Hal itu diketahui saat diskusi antara Sekjen DPP PAPERA H Nandang Sudarajat pada saat selelasi melakukan monitoring dan evaluasi jaringan PAPERA ke Komunitas Pedagang Pasar Antri Kota Cimahi.
Keyakinan itu disampaikan setelah melakukan diskusi selama hampir dua jam di Cafe Kaedanan Rasa Cimahi, hadir dalam diskusi tersebut, selain tiga orang Pamen staf Arhanud, juga dihadiri oleh Ketua PAPERA Kota Cimahi Ikun Sadikun dan H Sebarkan Fraksi Gerindra DPRD Kota Cimahi.
Kedua belah pihak sepakat, untuk melakukan tindak lanjut kepada hal lebih teknis, setelah PAPERA atau APPSI selesai melakukan kajian detail atas rencana pengelolaan yang akan dibahas bersama sama dalam pertemuan berikutnya.
Ketika ditanya kesiapan tentang penawaran pengelolaan Pasar Antri, H Nandang, menegaskan sangat siap. ” Kami insyaa Alloh punya kemampuan untuk itu, dan nantinya Pasar antri akan dijadikan politik project pengelolaan Pasar yang baik dan benar di Jabar,” bener Nandang
Kaitan dengan persoalan sampah yang mencemari lingkungan kompleks TNI, H Subarkah berjanji akan membantu dengan cara mengkoordinasikan kepada Dinas Kebersihan Kota Cimahi.













