DETIKMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Museum tersebut baru selesai menjalani revitalisasi oleh Kementerian Kebudayaan.
Peresmian museum menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026. Prabowo meresmikannya setelah memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lokasi yang sama. ANTARA melaporkan Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah pimpinan lembaga negara juga meninjau bagian dalam museum setelah upacara.
Presiden Prabowo melihat sejumlah bagian museum yang telah diperbarui. Presiden juga melihat foto dan diorama yang menggambarkan peristiwa Gerakan 30 September 1965. Prabowo turut melihat peta yang menggambarkan operasi militer merebut kembali Madiun dari pasukan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1948. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendampingi dan memberikan penjelasan saat peninjauan.
Presiden Prabowo kemudian meresmikan hasil revitalisasi museum tersebut.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, hari Kamis, 1 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan renovasi Museum Kesaktian Pancasila,” kata Presiden Prabowo.
Museum yang sebelumnya dikenal sebagai Museum Pengkhianatan PKI kini menggunakan nama Museum Kesaktian Pancasila. Perubahan nama tersebut dilakukan bersamaan dengan revitalisasi yang dikerjakan Kementerian Kebudayaan. Rencana perubahan nama itu telah disampaikan pengelola museum sebelum peresmian pada 1 Oktober 2026.
Museum Pengkhianatan PKI sebelumnya menjadi salah satu bangunan dalam kompleks Monumen Pancasila Sakti. Catatan Kementerian Kebudayaan menyebut museum tersebut diresmikan pada 1992. Kawasan Lubang Buaya sendiri juga memiliki Monumen Pancasila Sakti dan museum lain yang berkaitan dengan sejarah peristiwa 1965.
Revitalisasi dilakukan dengan memperbarui sejumlah bagian museum, termasuk tampilan diorama dan ruang pamer. Materi yang ditampilkan tetap berkaitan dengan sejarah peristiwa 1965 dan perjalanan bangsa yang menjadi bagian dari narasi kawasan Monumen Pancasila Sakti. Peninjauan Prabowo menunjukkan sejumlah koleksi dan visual sejarah yang kini menjadi bagian dari tampilan museum setelah revitalisasi.
Rangkaian peresmian tersebut berlangsung setelah Prabowo memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026. Presiden bertindak sebagai inspektur upacara di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya.
Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Kementerian Kebudayaan menetapkan Monumen Pancasila Sakti sebagai lokasi upacara tingkat pusat pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut mendampingi Prabowo dalam rangkaian kegiatan tersebut. Sejumlah pimpinan MPR, DPR, dan DPD serta menteri Kabinet Merah Putih juga hadir dan ikut meninjau museum.
Peresmian Museum Kesaktian Pancasila menandai selesainya revitalisasi museum yang menjadi salah satu bagian dari kawasan sejarah Lubang Buaya. Museum tersebut kembali menjadi bagian dari rangkaian situs yang digunakan untuk mengenalkan sejarah peristiwa 1965 kepada masyarakat.
Museum hasil revitalisasi itu direncanakan kembali dibuka untuk masyarakat mulai Jumat (2/10/2026), sehari setelah rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila selesai.[]






