Sudaryono Ungkap Fenomena Akun Robot yang Ramai Hujat Presiden Prabowo

DETIKMERDEKA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyoroti fenomena akun robot yang menurutnya semakin memengaruhi percakapan di media sosial.

Sudaryono menilai ramainya hujatan terhadap Presiden Prabowo Subianto di media sosial tidak selalu mencerminkan suara mayoritas masyarakat. Menurut dia, sebagian percakapan dapat dipengaruhi oleh akun robot atau akun palsu.

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono dalam unggahan di akun TikTok pribadinya, pada Selasa, 22 September 2026.

Ia mengaku prihatin melihat kecenderungan media sosial yang kerap membesarkan narasi negatif dan menyudutkan pemerintah. Sudaryono menilai kondisi itu membuat sejumlah isu terlihat lebih ramai dibandingkan informasi mengenai kebijakan pemerintah lainnya.

Sudaryono menyebutkan robot atau buzzer sebagai ‘pesanan’ dari pihak-pihak yang tidak menyukai Presiden Prabowo Subianto berkuasa.

Ia juga mempertanyakan minimnya perhatian publik terhadap sejumlah capaian pemerintah. Salah satunya terkait pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menurut Sudaryono, kebijakan tersebut justru tidak banyak menjadi pembahasan di media sosial. Ia membandingkannya dengan berbagai kritik terhadap pemerintah yang dinilainya lebih mudah menjadi perbincangan.

Sejumlah pemberitaan juga mencatat bahwa ia menyebutkan lebih dari 60 persen isi percakapan di media sosial bukan berasal dari pengguna manusia.

“Pak Prabowo dihujat, tapi yang menghujat sebenarnya bukan orang, tapi robot karena ramai dia ikut menghujat,” ujar Sudaryono.

Sudaryono kemudian menegaskan bahwa pemerintah Presiden Prabowo saat ini telah berada di jalan yang benar.

Ia meminta masyarakat tidak mudah terpancing oleh narasi yang beredar di media sosial. Menurut dia, masyarakat perlu melihat informasi secara lebih utuh dan tidak hanya mengikuti topik yang sedang ramai.

Sudaryono juga mengaitkan keberadaan akun robot dengan pihak-pihak tertentu yang disebutnya tidak menginginkan Presiden Prabowo terus memimpin Indonesia. Klaim tersebut disampaikan Sudaryono dalam konteks kritik terhadap pemerintah di media sosial.

Ia menilai perkembangan teknologi membuat sebuah isu dapat dengan cepat menjadi perhatian publik. Akun palsu atau akun otomatis, menurut Sudaryono, dapat ikut menaikkan topik tertentu sehingga terlihat ramai.

Fenomena tersebut membuat perbincangan di media sosial tidak selalu mudah dibedakan antara percakapan organik dan aktivitas akun yang dibuat atau dijalankan secara otomatis.

Sudaryono meminta masyarakat tetap kritis dalam menyikapi berbagai informasi yang muncul di media sosial. Ia juga menilai masyarakat tidak perlu langsung mengikuti sebuah narasi hanya karena topik tersebut sedang ramai dibicarakan.[]