DETIKMERDEKA – Minum kopi secara rutin dikaitkan dengan peluang lebih besar bagi perempuan untuk mengalami penuaan yang sehat. Temuan terbaru menunjukkan konsumsi kopi berkafein dapat berhubungan dengan kemampuan mempertahankan fungsi fisik dan mental hingga usia lanjut.
Kopi juga diketahui mengandung antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Namun, manfaat kopi dalam penelitian ini tidak berdiri sendiri dan masih perlu dilihat bersama faktor gaya hidup lainnya.
“Temuan ini menunjukkan bahwa kopi berkafein-bukan teh atau tanpa kafein-dapat secara unik mendukung lintasan penuaan yang menjaga fungsi mental dan fisik,” kata Dr Sara Mahdavi, seorang peneliti pascadoktoral di Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard TH Chan.
Makalah penelitian tersebut dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Society of Nutrition. Studi itu belum diterbitkan dalam jurnal ilmiah dan belum melalui proses tinjauan sejawat. Karena itu, hasilnya masih perlu dikaji lebih lanjut.
Penelitian melibatkan 47.513 perempuan yang dipantau selama beberapa dekade sejak 1984. Peneliti menganalisis data kesehatan peserta sekaligus kebiasaan mereka mengonsumsi kopi.
Hingga 2016, sebanyak 3.706 peserta masuk dalam kategori lansia sehat. Peneliti menggunakan sejumlah kriteria untuk menentukan kondisi tersebut.
Peserta harus berusia 70 tahun atau lebih. Mereka juga tidak memiliki 11 penyakit kronis utama, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker.
Peserta harus melaporkan kondisi kesehatan mental yang baik. Mereka juga harus mampu mempertahankan fungsi fisik dan tidak mengalami gangguan memori atau kognitif.
Peneliti turut memperhitungkan kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan pola makan. Faktor-faktor tersebut disesuaikan dalam analisis untuk melihat hubungan konsumsi kopi dengan kondisi kesehatan peserta.
Para peserta juga melaporkan frekuensi konsumsi kopi, teh, dan minuman soda yang menjadi sumber kafein.
Hasil penelitian menunjukkan perempuan yang minum sedikitnya satu cangkir kopi setiap hari memiliki kemungkinan lebih besar masuk dalam kategori lansia sehat.
Peserta yang sudah tergolong lansia sehat juga menunjukkan hubungan lain. Setiap tambahan satu cangkir kopi yang dikonsumsi per hari dikaitkan dengan kenaikan peluang mengalami penuaan sehat sekitar 2 hingga 5 persen.
Hubungan tersebut terlihat paling besar pada konsumsi hingga lima cangkir kecil kopi per hari.
“Mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang dapat memberikan beberapa manfaat perlindungan bila dikombinasikan dengan perilaku sehat lainnya,” ucap Mahdavi.
Hasil berbeda terlihat pada minuman tanpa kafein. Konsumsi teh atau kopi tanpa kafein tidak menunjukkan hubungan yang jelas dengan penuaan sehat dalam penelitian tersebut.
Konsumsi soda justru dikaitkan dengan penurunan peluang memperoleh hasil kesehatan yang positif.
Jumlah kopi yang paling tepat untuk dikonsumsi setiap hari masih menjadi bahan perdebatan. Mahdavi mengatakan penelitian tersebut menemukan hubungan penuaan sehat pada konsumsi hingga tujuh cangkir kecil per hari.
Namun, temuan itu tidak berarti tujuh cangkir kopi per hari aman atau cocok bagi semua orang. Efek konsumsi kopi dapat berbeda bergantung pada kondisi dan karakteristik masing-masing individu.
Faktor seperti kondisi kesehatan, pola tidur, pola makan, aktivitas fisik, hingga respons tubuh terhadap kafein dapat memengaruhi dampak konsumsi kopi.
Penelitian lain juga menemukan potensi manfaat dari konsumsi kopi. Studi yang melibatkan hampir 50.000 orang dewasa di Amerika Serikat dan dipublikasikan pada Mei menunjukkan konsumsi satu hingga tiga cangkir kopi per hari dikaitkan dengan penurunan peluang kematian sekitar 15 persen dalam periode sembilan hingga 11 tahun dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.
Temuan tersebut menambah sejumlah penelitian yang melihat hubungan antara konsumsi kopi dan kesehatan. Namun, hubungan statistik tidak otomatis menunjukkan bahwa kopi menjadi penyebab langsung seseorang hidup lebih lama atau menua lebih sehat.
Mahdavi juga menekankan pentingnya kebiasaan hidup lain. Konsumsi kopi akan lebih berarti bila dilakukan bersamaan dengan pola hidup sehat.
“Mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang dapat memberikan beberapa manfaat perlindungan jika dikombinasikan dengan perilaku sehat lainnya seperti olahraga teratur, pola makan sehat, dan menghindari merokok,” kata Mahdavi dalam siaran pers .
Ia mengingatkan manfaat kopi relatif kecil dibandingkan pengaruh keseluruhan dari kebiasaan hidup sehat.
“Meskipun penelitian ini melengkapi bukti sebelumnya yang menunjukkan bahwa asupan kopi dapat dikaitkan dengan penuaan yang sehat, manfaat dari kopi relatif sederhana dibandingkan dengan dampak dari kebiasaan gaya hidup sehat secara keseluruhan dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
Temuan tersebut membuat kopi tetap menarik untuk diteliti dalam kaitannya dengan penuaan. Namun, hasil penelitian belum cukup untuk menyimpulkan bahwa minum kopi dalam jumlah tertentu dapat menjamin seseorang menua dengan sehat.
Penelitian lanjutan masih diperlukan, terutama karena studi utama yang dibahas belum melewati proses tinjauan sejawat. Kondisi kesehatan tiap orang juga berbeda sehingga konsumsi kafein tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.[]






