DETIKMERDEKA – Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera) memasuki usia keempat. Organisasi sayap Partai Gerindra ini menjadikan momentum tersebut untuk memperkuat struktur sekaligus memperluas kerja pendampingan bagi pedagang.
Perayaan ulang tahun ke-4 Papera berlangsung di Kantor DPP Papera, Jalan Buncit Raya, Mampang, Jakarta Selatan. Acara dihadiri pengurus DPP Papera, ketua DPD Papera se-DKI Jakarta, serta jajaran pengurus lainnya.
Ketua Umum DPP Papera Don Muzakir mengatakan, bertambahnya usia organisasi harus diikuti dengan kerja yang semakin nyata. Papera tidak ingin hanya aktif di tingkat pusat. Pengurus di daerah juga harus bergerak dan dekat dengan pedagang.
Menurut Don Muzakir, penguatan struktur menjadi salah satu pekerjaan utama Papera. Organisasi akan terus memperkuat kepengurusan di 38 provinsi. Penguatan itu dilanjutkan hingga tingkat kabupaten dan kecamatan.
Langkah tersebut penting karena persoalan pedagang di setiap daerah berbeda. Pedagang pasar tradisional, pedagang kaki lima, pedagang kecil, dan pelaku usaha mikro memiliki kebutuhan masing-masing.
Papera ingin pengurus di daerah tidak hanya hadir ketika ada kegiatan organisasi. Pengurus harus turun ke lapangan, bertemu pedagang, mendengar keluhan, dan melihat langsung kondisi mereka.
“Kami ingin Papera benar-benar hadir di tengah pedagang. Jangan hanya ada nama dan struktur, tetapi pengurus harus bekerja dan tahu persoalan yang dihadapi pedagang di lapangan,” kata Don Muzakir.
Papera juga harus ikut menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah kepada masyarakat. Penjelasan itu, menurut Don Muzakir, dengan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami.
Salah satu perhatian Papera adalah kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan ekonomi rakyat. Program pemerintah tidak hanya menyangkut pembangunan ekonomi secara umum, tetapi juga berkaitan dengan petani, nelayan, pedagang, pelaku usaha mikro, koperasi, dan masyarakat desa.
Don Muzakir menilai pedagang memiliki posisi penting dalam kegiatan ekonomi. Pedagang menjadi penghubung antara produsen dan konsumen. Aktivitas perdagangan juga ikut menentukan ketersediaan barang dan harga yang diterima masyarakat.
Karena itu, persoalan seperti kondisi pasar, daya beli, distribusi barang, akses usaha, hingga kebijakan pemerintah yang berdampak kepada pedagang akan menjadi perhatian Papera.
Pada perayaan ulang tahun keempat ini, Aiman Adnan ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal DPP Papera. Penunjukan tersebut diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi dan mempercepat kerja pengurus di daerah.
Selain itu Don Muzakir mengatakan Papera juga ikut menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Don Muzakir, MBG bukan hanya soal pemberian makanan yang bergizi kepada anak-anak. Program tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan bahan pangan yang bisa melibatkan petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha lokal.
“Program pemerintah harus dipahami masyarakat. Kami ingin membantu menjelaskan dengan bahasa yang sederhana, apa programnya, bagaimana pelaksanaannya, dan apa manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Don Muzakir.
Don Muzakir menilai program dengan cakupan besar membutuhkan tata kelola yang baik yang sedang dilakukan oleh Kepala MBG Sudaryono saat ini, mulai dari penyediaan bahan pangan, pengolahan, distribusi, hingga pengawasan.
Pembenahan tersebut, kata dia, bukan berarti program harus dihentikan. Perbaikan diperlukan agar pelaksanaan MBG semakin baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Papera juga mendorong keterlibatan pelaku usaha dan produsen pangan di daerah. Bahan pangan untuk MBG dapat menyerap hasil produksi petani, peternak, dan nelayan lokal sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.
Cara tersebut membuat manfaat MBG tidak hanya dirasakan anak-anak penerima makanan bergizi. Program itu juga berpotensi membuka pasar bagi hasil produksi masyarakat dan menggerakkan ekonomi daerah.
Pengawasan tetap menjadi bagian penting. Kualitas makanan, kebersihan, distribusi, penggunaan anggaran, dan pengadaan harus diperhatikan agar program berjalan sesuai tujuan.
Don Muzakir mengatakan dukungan Papera terhadap program pemerintah tidak berhenti pada pernyataan. Organisasi akan membantu menyampaikan informasi, menyerap aspirasi, dan mengawal pelaksanaan program di lapangan.
“Papera akan terus bergerak. Kami ingin pengurus dari pusat sampai daerah benar-benar dekat dengan pedagang. Kalau ada persoalan, kami harus tahu dan ikut mencari jalan keluarnya,” kata Don Muzakir.
Papera selama ini memiliki komunikasi yang sangat baik antara pemerintah dan masyarakat, ini dinilai penting agar program pemerintah tidak berhenti di tingkat kebijakan. Informasi dan pelaksanaannya harus sampai kepada masyarakat yang menjadi sasaran.
Usia empat tahun menjadi momentum bagi Papera untuk memperkuat langkah tersebut. Organisasi sayap Partai Gerindra itu menargetkan struktur yang lebih aktif dari tingkat pusat hingga daerah.
Penguatan organisasi akan dilakukan di 38 provinsi, kemudian dilanjutkan hingga tingkat kabupaten dan kecamatan. Pengurus di setiap daerah diharapkan lebih sering turun ke pasar dan bertemu langsung dengan pedagang.
Don Muzakir ingin pertumbuhan organisasi berjalan seiring dengan manfaat yang dirasakan pedagang. Artinya, semakin kuat struktur organisasi, semakin banyak pula persoalan pedagang yang bisa diserap dan disampaikan kepada pihak terkait.
“Kita tidak ingin Papera hanya berbicara tentang pedagang. Kami ingin hadir, mendengar, dan ikut membantu mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” ujar Don Muzakir.[]






